
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar menggelar Yudisium Calon Wisudawan/Wisudawati Periode Maret 2026 di Denpasar, Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan 18 mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studi dan siap menjadi alumni Fakultas Teknik.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Ir. I Made Nada, M.Si., mengatakan para calon wisudawan dibekali berbagai kompetensi, termasuk pengalaman dari para praktisi, agar siap terjun ke masyarakat setelah lulus.
Para alumni diharapkan mampu menjadi pendamping masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman terkait bidang keteknikan serta membantu mengatasi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan penanganan dampak bencana.
Menurutnya, Fakultas Teknik memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi keilmuan untuk meminimalkan dampak negatif dari pembangunan maupun aktivitas manusia terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar mahasiswa bahkan telah bekerja sebelum resmi menyelesaikan studinya.
Sekitar 90 persen mahasiswa sudah terserap di dunia kerja, sementara sisanya dibekali Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) yang difasilitasi oleh fakultas sehingga siap bekerja di instansi pemerintah maupun swasta, serta mendampingi masyarakat sesuai bidang keahliannya.
“Mahasiswa Fakultas Teknik wajib memiliki SKK sebagai bekal tambahan selain ijazah. Sertifikat ini kami bantu prosesnya dari fakultas agar mereka siap terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Dari sisi masa studi, hampir seluruh mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, yakni sekitar tiga setengah hingga empat tahun.
Pihak fakultas terus mendorong mahasiswa untuk disiplin mengikuti standar operasional perkuliahan serta aktif berkolaborasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Keunggulan Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar, lanjutnya, terletak pada penerapan program magang yang melibatkan mahasiswa secara langsung di lapangan. Hal tersebut membuat lulusan memiliki pengalaman praktis yang kuat sehingga tingkat serapan alumni di dunia kerja hampir mencapai 100 persen.
“Selama ini serapan alumni kita hampir 100 persen. Bahkan sebelum lulus, sebagian mahasiswa sudah bekerja karena mereka memiliki pengalaman lapangan dari program magang yang kami terapkan,” katanya.
Selain bekerja di instansi pemerintah maupun swasta, lulusan juga didorong untuk berwirausaha dengan mendirikan perusahaan sendiri di bidang keteknikan.
Melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder dan perusahaan, mahasiswa bahkan kerap mendapat peluang magang langsung dari dunia industri.
Tampil sebagai lulusan tercepat dan terbaik pada Program Studi Teknik Sipil diraih Ni Luh Priscilia Wulandari, S.T., dengan masa studi 4 tahun 3 bulan. Sementara
kategori IPK tertinggi diraih Maria Elvira Kathartika, S.T., dengan perolehan IPK 3,88. Dan untuk Program Studi Teknik Lingkungan Lulusan tercepat diraih oleh Sandara Alesandro Septiano Saputra Tamur, S.T., dengan masa studi 3 tahun 11 bulan dan kategori IPK tertinggi Dewa Agang Dibyacitta, S.T., dengan perolehan IPK 3,90
Melalui yudisium ini, pihak fakultas berharap para lulusan dapat berperan aktif di tengah masyarakat serta menjadi generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (ads/bpn)












