
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Forum Komunikasi Dosen (FKD) Indonesia wilayah Bali menggelar Seminar Tata Kelola Organisasi dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Jumat, 27 Februari 2026 di Aula STIE Satya Dharma Singaraja. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi dosen yang profesional, adaptif, serta berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Pada pagi hingga siang hari dilaksanakan seminar tata kelola organisasi, sedangkan siang hingga sore hari dilanjutkan dengan Rakerda Dewan Pengurus Wilayah (DPW) FKD Bali.
Pada sesi seminar, materi pertama disampaikan oleh Dr. Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H. yang membahas konsep dan prinsip tata kelola organisasi modern dengan mengaitkannya pada nilai Tri Hita Karana. Ia menekankan bahwa tata kelola organisasi yang baik tidak hanya berorientasi pada efektivitas struktural dan akuntabilitas administratif, tetapi juga harus menjaga keseimbangan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), sesama manusia (pawongan), dan lingkungan (palemahan).
Menurutnya, integrasi nilai lokal tersebut dapat menjadi fondasi etis dalam membangun organisasi dosen yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan.
Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mansyur Achmad KM., M.Si. yang mengulas implementasi tata kelola organisasi dalam forum dosen. Ia menekankan pentingnya kejelasan struktur organisasi, pembagian peran yang proporsional, pengambilan keputusan berbasis musyawarah, transparansi dalam pengelolaan program, serta penguatan budaya organisasi yang kolaboratif.
“Implementasi tata kelola yang efektif menjadi kunci dalam meningkatkan legitimasi organisasi, partisipasi anggota, serta keberlanjutan program kerja,” jelasnya.

Seminar diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang membahas strategi konkret penerapan prinsip tata kelola organisasi dalam konteks organisasi dosen di Bali. Dari diskusi tersebut disimpulkan bahwa tata kelola FKD perlu dibangun melalui integrasi manajemen modern dengan kearifan lokal, penguatan akuntabilitas, serta komitmen kolektif seluruh pengurus dan anggota.
Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah yang diawali dengan pelantikan pengurus DPW FKD Bali masa bakti 2026–2031. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada lima pengurus DPW dan satu anggota FKD Bali teraktif periode 2023–2026.
Piagam penghargaan diserahkan oleh Ketua FKD Bali Dr. Ni Putu Gatriyani, S.Pd., M.Pd.H. didampingi Wakil Ketua Dr. I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Pd.H., Sekretaris Dr. Ni Putu Candra Prastya Dewi, M.Pd., serta Ketua Panitia Dr. Ni Rai Vivien Pitriani, S.Pd.H., M.Pd.H.
Rakerda dipimpin oleh presidium sidang yang terdiri dari Yudi Gabriel Tololiu, S.H., M.H. dari Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan sebagai ketua sidang, Dr. Gede Hendri Ari Susila, S.Pd., M.Or. dari STKIP Agama Hindu Singaraja sebagai wakil ketua sidang, serta Putu Andhika Kusuma Yadnya, S.H., M.H. dari Universitas Tabanan sebagai sekretaris sidang.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai program kerja yang disusun oleh delapan bidang, yang mencakup penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan karier dosen melalui kegiatan di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari masing-masing bidang sebelum akhirnya program kerja disepakati bersama.
Ketua Panitia, Dr. Ni Rai Vivien Pitriani, S.Pd.H., M.Pd.H., menyampaikan bahwa kegiatan seminar dan Rakerda ini memberikan kesan positif serta memperkuat semangat kebersamaan antar dosen di Bali.
“Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa sinergi antar dosen di Bali semakin solid dan progresif. Kami berharap seluruh hasil rumusan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKD Bali, Dr. Ni Putu Gatriyani, S.Pd., M.Pd.H., menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Rakerda memiliki makna strategis sebagai forum perumusan arah kebijakan organisasi, penguatan konsolidasi internal, serta peneguhan komitmen bersama dalam membangun FKD DPW Bali sebagai organisasi profesi yang profesional, berintegritas, dan progresif.
Ia berharap seluruh keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara konsisten melalui program kerja yang terencana, terukur, dan berkesinambungan.
“Melalui sinergi yang kuat, kami mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring kerja sama, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkarakter,” pungkasnya. (*/bpn)












