Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa
Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pariwisata Gumi Lahar, Karangasem.

Situasi geopolitik tersebut berdampak pada terganggunya sejumlah penerbangan internasional yang terhubung dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, khususnya rute yang transit di Dubai dan Qatar.

Penundaan hingga pembatalan penerbangan dinilai berpotensi memengaruhi arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, termasuk ke destinasi unggulan di Karangasem seperti kawasan pesisir Candidasa dan sekitarnya.

Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan pihaknya terus mencermati perkembangan situasi global tersebut.

Menurutnya, jalur penerbangan melalui Timur Tengah merupakan salah satu akses utama wisatawan Eropa menuju Pulau Dewata. Sementara pasar Eropa selama ini menjadi salah satu penyumbang kunjungan terbesar ke Karangasem.

“Biasanya wisatawan Eropa mulai ramai pada April. Jika kondisi ini berlarut-larut, tentu akan berdampak pada tingkat hunian hotel dan aktivitas pariwisata di Karangasem,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Meski saat ini belum memasuki periode puncak kunjungan, pelaku usaha mulai mengantisipasi potensi penurunan okupansi apabila gangguan konektivitas berlangsung lama.

Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Karangasem dinilai sangat bergantung pada stabilitas penerbangan internasional. Oleh karena itu, pelaku wisata berharap kondisi global segera kondusif agar jadwal penerbangan kembali normal dan arus kunjungan wisatawan tetap terjaga.

“Kami berharap situasi cepat membaik sehingga wisatawan tetap nyaman bepergian dan tidak menunda rencana liburan mereka ke Bali, khususnya ke Karangasem,” pungkasnya.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News