BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Jalan rusak akibat bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.
Lokasi bencana alam tersebut pun sempat dikunjungi Wabup Tabanan, I Made Dirga, yang juga didampingi salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD Tabanan, dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, serta Camat Kediri dan bendesa adat setempat, Jumat (13/2/2026).
Jajaran pemerintah daerah pun melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran. Hal itu karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir.
Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi, guna mengantisipasi longsor susulan. Hasil peninjauan itu, dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat, serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman.
“Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya, di sela-sela peninjauan.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya.
Kehadirannya sekaligus memastikan keselamatan masyarakat jadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama. (ita/bpn)













