BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem pada Kamis (12/2/2026) siang memicu banjir bercampur kerikil dan tanah (debris) di ruas Jalan Nasional Amlapura–Denpasar, tepatnya di kawasan Sanghyang Ambu, Dusun Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.50 WITA itu membuat arus lalu lintas di jalur utama penghubung Karangasem–Denpasar sempat tersendat. Material batu, tanah, dan kerikil yang terbawa aliran air dari wilayah utara menutup sebagian badan jalan, memaksa kendaraan melaju perlahan.
Sejumlah pengendara, terutama sepeda motor, tampak kesulitan melintas akibat genangan air yang mengalir cukup deras di atas permukaan aspal. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan dan kepadatan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Mahaputra, mengatakan personel langsung diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Personel kami langsung melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi serta memastikan pengendara dapat melintas dengan aman. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati karena curah hujan masih tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menjelaskan tingginya intensitas hujan menjadi pemicu utama banjir debris tersebut.
“Air hujan dengan intensitas tinggi membawa material batu, tanah, dan kerikil ke badan jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Laporan kejadian pertama diterima sekitar pukul 14.15 WITA dari anggota Polres Karangasem. Aparat kepolisian yang lebih dulu berada di lokasi segera mengatur arus kendaraan dan membantu pengendara yang kesulitan melintas.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karangasem kemudian turun bersama petugas Balai Jalan Nasional, personel Polres Karangasem, dan Polsek Kota untuk melakukan penanganan.
Proses pembersihan material dimulai sekitar pukul 15.10 WITA secara manual menggunakan sekop dan cangkul. Petugas tampak berjibaku membersihkan tumpukan kerikil dan tanah yang menutup sebagian ruas jalan. Mereka juga membantu menuntun sepeda motor melewati titik genangan agar tidak tergelincir.
Sekitar pukul 15.40 WITA, material berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali normal.
Meski situasi telah terkendali, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut, terutama saat hujan deras, mengingat potensi banjir debris masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(st/bpn)













