Kolaborasi Tokocrypto-DRX Token di Bali, Dorong Adopsi Web3 Lewat Sport-Tech dan Gaming
Kolaborasi Tokocrypto-DRX Token di Bali, Dorong Adopsi Web3 Lewat Sport-Tech dan Gaming. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, KUTA — Perkembangan teknologi Web3 kini tidak lagi sebatas token sebagai instrumen finansial atau aktivitas trading semata. Web3 mulai memasuki fase adopsi nyata (real adoption) melalui pengembangan ekosistem yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui sektor sport-tech dan gaming.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam diskusi panel bertajuk ‘Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem’ yang digelar secara offline di FORK Bali, Kuta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tokocrypto, DRX Token, dan Cryptosiast, dengan menghadirkan perspektif dari proyek Web3, komunitas, serta exchange sebagai enabler adopsi Web3 di Indonesia.

Diskusi panel menghadirkan tiga narasumber, yakni Bariq Hasnan selaku Web3 Marketing Manager DRX Token, Nathanael dari Business Development Tokocrypto, serta Bli Pege dari Cryptosiast Community. Ketiganya membahas bagaimana Web3 dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi tren spekulatif di pasar kripto.

Baca Juga :  Bitget Wallet Bidik Indonesia, Siapkan Fitur QR Scan hingga Crypto Card untuk Permudah Transaksi Web3

Para panelis sepakat bahwa keberhasilan adopsi Web3 tidak dapat diukur hanya dari volume transaksi atau tingginya hype pasar. Indikator utama justru terletak pada relevansi penggunaan teknologi tersebut secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Pengalaman yang bernilai nyata, mudah diakses, dan dapat digunakan berulang kali menjadi kunci adopsi jangka panjang.

Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan menjelaskan bahwa DRX Token tidak diposisikan semata sebagai aset digital, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang mengintegrasikan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman terpadu.

“Adopsi tidak bisa bergantung pada momentum market. Kami fokus membangun experience yang membuat pengguna tetap engaged karena utility dan pengalaman yang relevan,” jelas Bariq.

Business Development Tokocrypto, Nathanael Ernadianto Bernardino menyoroti tantangan utama dalam mendorong pengguna untuk melangkah lebih jauh dari aktivitas trading menuju pemanfaatan ekosistem Web3 secara menyeluruh. Menurutnya, kompleksitas teknis seperti penggunaan wallet, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan dan scam masih menjadi hambatan bagi pengguna pemula.

“Mindset sebagian besar pengguna masih berorientasi pada profit jangka pendek. Padahal, Web3 menuntut partisipasi aktif dan pemahaman terhadap utility serta kepemilikan aset digital. Di sinilah peran exchange seperti Tokocrypto menjadi penting sebagai gerbang awal yang aman sekaligus penyedia edukasi dasar Web3,” ujar Nathanael.

Sebagai exchange, Tokocrypto berperan menjembatani pengguna dari fiat ke kripto, membantu proyek Web3 menjangkau basis pengguna yang lebih luas, serta membangun kepercayaan melalui proses kurasi dan transparansi. Tokocrypto juga secara aktif mendukung literasi dan edukasi Web3 melalui berbagai kegiatan komunitas dan event offline.

Sementara itu, Bli Pege dari Cryptosiast Community menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 sangat ditentukan oleh kualitas pengalaman pengguna dan kekuatan komunitas. Menurutnya, sektor gaming dan sport-tech memiliki potensi besar dalam membangun loyalitas komunitas karena menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, interaktif, dan emosional, bukan sekadar insentif berbasis token.

Baca Juga :  Edukasi Kripto Makin Masif, Tokocrypto Gelar Roadshow Bitcoin Pizza Day di Bali

Menutup diskusi, para panelis sepakat bahwa agar Web3 gaming dan sport-tech dapat benar-benar menjadi mainstream, fokus utama harus berada pada pengalaman pengguna yang seamless dan relevan. Kompleksitas teknis Web3 sebaiknya berada di balik layar, sementara nilai utama tetap pada gameplay, fan experience, dan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh pengguna.

Dalam kesempatan tersebut, Tokocrypto kembali menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai enabler edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta imbauan kepada masyarakat untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR). Seluruh diskusi yang disampaikan dalam acara ini bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi finansial (Not Financial Advice/NFA).(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News