Dosen ITB STIKOM Bali, I Gede Harsemadi,
Dosen ITB STIKOM Bali, I Gede Harsemadi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Dosen ITB STIKOM Bali, I Gede Harsemadi, berhasil meraih juara pertama dalam lomba desain logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar yang digelar oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Lomba tersebut diselenggarakan melalui Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Kota Denpasar dan diikuti oleh 21 peserta yang secara resmi mendaftarkan serta mengirimkan karya desain mereka.

Setelah melalui proses kurasi dan penilaian ketat oleh tiga dewan juri profesional, karya I Gede Harsemadi terpilih sebagai pemenang utama. Dalam desainnya, ia mengusung tema “Samasta Bhuwana Jagaditha” dengan komposisi warna kuning, oranye, dan merah yang merepresentasikan semangat, harmoni, dan optimisme.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, Selasa (27/1/2026), menjelaskan bahwa dewan juri yang dilibatkan berasal dari kalangan independen di luar lingkungan Pemkot Denpasar.

“Juri ada dari ISI Bali, kemudian ada juga orang branding, serta tokoh kreatif Rahtut. Untuk menjaga netralitas, sistem penilaian menerapkan metode blind review. Karya-karya yang dinilai oleh dewan juri tidak mencantumkan identitas pendesain, melainkan hanya menggunakan nomor urut 1 hingga 21,” kata Hendar.

Dalam tahap awal penilaian, juri menyeleksi lima karya terbaik sebelum akhirnya menetapkan satu pemenang utama dan dua pemenang favorit. Juara pertama berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta dipotong pajak, sementara dua pemenang favorit masing-masing memperoleh Rp5,4 juta dipotong pajak.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

“Bonus pemenang diserahkan langsung saat HUT Kota Denpasar, pada 27 Februari mendatang,” ucapnya.

Menurut Hendar, logo karya I Gede Harsemadi dinilai paling mampu merepresentasikan tema besar HUT ke-238 Kota Denpasar tahun 2026. Filosofi logo tersebut menggambarkan dedikasi Kota Denpasar dalam menciptakan kesejahteraan dan keharmonisan, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga dalam konteks global yang saling terhubung.

Tema Samasta Bhuwana Jagadhita sendiri merupakan kristalisasi nilai luhur Tri Hita Karana dalam skala global. Jagadhita dimaknai sebagai kesejahteraan yang hanya dapat tercapai melalui harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Kata Bhuwana merepresentasikan alam, sedangkan Samasta melambangkan keseluruhan umat manusia.

“Para insan kreatif kita tidak hanya menawarkan estetika visual, tetapi juga membawa narasi yang sangat kuat. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam merumuskan bagaimana wajah Denpasar dipandang oleh dunia,” ujarnya.

Logo pemenang tersebut nantinya akan digunakan dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Denpasar dan menjadi simbol semangat bersama bagi aparatur pemerintah serta masyarakat dalam membangun Denpasar selama satu tahun ke depan.

Baca Juga :  Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
Logo karya I Gede Harsemadi, yang meraih juara 1 lomba logo HUT ke-238 Kota Denpasar. Sumber Foto : Istimewa
Logo karya I Gede Harsemadi, yang meraih juara 1 lomba logo HUT ke-238 Kota Denpasar. Sumber Foto : Istimewa

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, I Gede Harsemadi yang juga dosen ITB STIKOM Bali mengungkapkan bahwa proses kreatif desain logo tersebut memakan waktu sekitar satu minggu penuh.

“Proses kreatifnya memakan waktu sekitar satu minggu penuh. Saya tidak langsung mendesain, tapi memulainya dengan riset literatur yang cukup dalam untuk memahami esensi tema tahun ini. Justru waktu paling banyak tersita di tahap perenungan dan sketsa kasar, karena saya ingin memastikan filosofinya benar-benar kuat sebelum dieksekusi menjadi desain digital,” jelas Harsemadi.

Ia menuturkan, motivasi utamanya mengikuti lomba ini adalah keinginan untuk berkontribusi atau ngayah melalui keahlian yang dimilikinya.

“Motivasi utamanya sederhana, saya ingin berkontribusi atau istilah Balinya ngayah lewat keahlian yang saya miliki. Saya ingin mempersembahkan karya visual yang tidak hanya memiliki estetika visual yang menarik, tapi juga punya makna mendalam bagi Pemerintah dan seluruh masyarakat Denpasar. Menjadi juara adalah bonus, tapi melihat karya ini bisa menjadi bagian dari sejarah kota adalah kebanggaan terbesar saya,” ungkap Harsemadi.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

Harsemadi menjelaskan bahwa inti dari desain logo tersebut adalah konsep Infinity Loop atau simpul tak terhingga.

“Inti dari desain ini adalah konsep Infinity Loop atau simpul tak terhingga. Jika diperhatikan, angka 238 dibentuk dari satu tarikan garis yang terus menyambung tanpa putus. Sebagai terjemahan visual dari filosofi Vasudhaiva Kutumbakam. Garis yang tak terputus itu melambangkan persaudaraan yang abadi, sinergi yang berkelanjutan, dan semangat menyama braya yang mengikat kita semua, mulai dari akar budaya lokal hingga ke persahabatan global,” kata Harsemadi.

Melalui desain tersebut, Harsemadi berharap Denpasar terus berkembang sebagai kota kreatif berwawasan global tanpa kehilangan identitas budaya.

“Sesuai dengan filosofi utama logo ini yang terlihat modern namun berakar kuat, saya berharap Denpasar terus tumbuh menjadi kota kreatif yang berwawasan global tanpa kehilangan taksu budayanya. Saya berharap ekosistem kreatif di Denpasar bisa seperti simpul infinity tadi: saling terhubung, berkolaborasi tanpa sekat, dan terus bergerak dinamis. Semoga Denpasar menjadi rumah yang nyaman bagi para kreator untuk berinovasi, dengan tetap menjadikan nilai-nilai luhur kita sebagai fondasinya,” tutup Harsemadi dalam wawancara pada Kamis (29/1/2026).(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News