Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini terus diperkuat. Sebanyak 155 guru Raudhatul Athfal (RA) se-Provinsi Bali mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru RA yang menghadirkan Dosen Institut Agama Islam (IAI) YPBWI Surabaya sekaligus Ketua IV Pimpinan Pusat Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PP IGRA), Ninik Kustini, M.Pd.I., sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) IGRA Provinsi Bali tersebut berlangsung di Ballroom Kalifa Nusantara, Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat, Jumat (3/7/2026), dengan mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran melalui Kurikulum Berbasis Cinta”.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus penguatan kapasitas guru RA dalam menghadirkan proses belajar yang lebih humanis, menyenangkan, berpusat pada anak, serta mampu membangun karakter sejak usia dini.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kementerian Agama Kota Denpasar, H. Antoni, S.Pd., M.Pd.. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya di lingkungan Raudhatul Athfal.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IGRA BALI, Hj. Martinah, S.Pd.I., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu program prioritas organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan RA di Bali.

Menurutnya, guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak melalui pendekatan yang penuh perhatian dan kasih sayang.

Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta. Sumber Foto : Istimewa

Sebagai narasumber, Ninik Kustini, M.Pd.I. memaparkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang menempatkan cinta, penghargaan terhadap martabat anak, serta suasana belajar yang positif sebagai dasar pendidikan.

“Kurikulum Berbasis Cinta mengajak seluruh pendidik untuk tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dalam setiap proses pembelajaran. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta akan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, percaya diri, berempati, dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Ninik.

Selain memberikan pemahaman konsep, Ninik juga membagikan berbagai strategi penerapan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada anak (student-centered learning).

Para peserta juga mendapatkan berbagai contoh praktik baik yang dapat diterapkan langsung di satuan pendidikan masing-masing untuk menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna.

Sepanjang kegiatan, para guru RA tampak antusias mengikuti materi. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga berbagi pengalaman mengenai tantangan dan praktik penerapan kurikulum di lembaga masing-masing.

Kehadiran Ninik Kustini sebagai akademisi IAI YPBWI Surabaya sekaligus pengurus PP IGRA menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam, khususnya pendidikan anak usia dini.

Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
Dosen IAI YPBWI Surabaya Dorong Guru RA Bali Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta. Sumber Foto : Istimewa

Melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, para guru RA di Bali diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, humanis, serta memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga membangun karakter, empati, serta akhlakul karimah sebagai bekal generasi masa depan. (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News