
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Penantian panjang warga Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem akhirnya berbuah manis di penghujung tahun 2025. Untuk pertama kalinya, air bersih kini resmi mengalir ke wilayah yang selama puluhan tahun dikenal mengalami keterbatasan akses layanan dasar.
Air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang selama ini hanya bisa dipenuhi warga dengan mengandalkan air hujan. Melalui komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem di bawah kepemimpinan I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, mimpi masyarakat Kubu perlahan diwujudkan.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja, jaringan perpipaan berskala besar sepanjang lebih dari 70 kilometer yang melintasi medan dengan topografi ekstrem. Berbagai kendala teknis yang selama ini menghambat akhirnya dapat diatasi melalui koordinasi lintas sektor dan kerja keras di lapangan.
Hasilnya, air bersih kini telah mengalir ke empat dusun di Desa Kubu, yakni Dusun Sambillaklak, Dusun Juntal Kelod, Dusun Juntal Kaje, dan Dusun Poh Tebel. Bagi warga setempat, ini menjadi pengalaman pertama menikmati aliran air bersih langsung ke lingkungan tempat tinggal mereka.
“Sudah lama masyarakat menantikan air bersih. Selama ini hanya mengandalkan air hujan. Astungkara, di akhir tahun ini mimpi itu akhirnya terwujud,” ujar Bupati Gus Par.
Komitmen Pemkab Karangasem dalam penyediaan air bersih juga terlihat dari penanganan Rumah Pintar Muntigunung. Selama hampir 15 tahun, fasilitas tersebut tidak dapat berfungsi optimal akibat kerusakan pompa air.
Awalnya, estimasi perbaikan diperkirakan sekitar Rp70 juta. Namun bantuan CSR PDAM yang tersedia hanya sebesar Rp15 juta. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, kebutuhan riil perbaikan ternyata mencapai hampir Rp300 juta.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab Karangasem tidak berhenti berupaya. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, perbaikan akhirnya dapat direalisasikan hingga sumur bor di Rumah Pintar kembali menghasilkan air bersih.
Tahap berikutnya, pemerintah daerah akan memfokuskan pembangunan jaringan perpipaan agar air bersih dapat langsung dinikmati oleh masyarakat di sekitar fasilitas tersebut.
Sebagai langkah berkelanjutan, Bupati Gus Par menegaskan bahwa Pemkab Karangasem telah menyiapkan alokasi anggaran APBD sebesar Rp1 miliar per desa khusus untuk mendukung penyediaan air bersih hingga ke wilayah pelosok.
Selain itu, solusi jangka menengah juga disiapkan dengan memanfaatkan sumber air dari kawasan Danau Kintamani, Kabupaten Bangli. Program ini mendapat dukungan CSR Bank BPD Bali dan direncanakan mulai berjalan pada awal 2026.
Skema tersebut akan dikerjasamakan dengan PDAM melalui pembangunan jaringan perpipaan berbasis sistem gravitasi. Sistem ini dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pompa dan biaya listrik tinggi, sehingga wilayah di bagian bawah dapat menerima aliran air secara optimal. Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, pemerintah bahkan berpotensi menghadirkan hingga tiga sumber air baru dari kawasan Danau Kintamani untuk wilayah Kubu.
Di akhir penyampaiannya, Bupati Gus Par mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala desa hingga tokoh masyarakat, untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Apa yang sudah kita bangun bersama mohon dijaga. Awasi jaringan pipa agar tidak bocor atau disambung tanpa pemberitahuan, karena itu berdampak pada biaya operasional dan listrik,” pesannya.
Terwujudnya aliran air bersih ke Desa Kubu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan konkret. Melalui semangat Program AGUNG, Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berkomitmen menghadirkan pelayanan dasar yang merata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.(adv/bpn)












