Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana
Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Kabupaten Karangasem masih menghadapi persoalan serius terkait kekurangan tenaga pendidik di hampir seluruh jenjang pendidikan. Setiap tahun, ratusan guru memasuki masa pensiun, sementara pengangkatan guru baru sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengungkapkan bahwa kebutuhan guru saat ini telah mencapai angka ribuan. Berdasarkan data terbaru, jumlah guru aktif terdiri dari 399 guru PAUD, 2.675 guru SD, dan 1.019 guru SMP, atau total 4.093 orang. Namun angka tersebut masih belum mampu menutupi kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Lahan SD Bersertifikat Desa Adat, Pansus Aset Pertanyakan Kinerja BPN

“Setiap tahun ada ratusan guru yang purna tugas. Dampaknya, hampir semua sekolah kekurangan guru, terutama di jenjang SD dan SMP,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Disdikpora Karangasem menyiapkan strategi pemerataan guru antar sekolah. Guru dari sekolah dengan jumlah siswa relatif sedikit namun memiliki tenaga pendidik lebih, akan dipindahkan atau ditugaskan membantu sekolah yang mengalami kekurangan.

“Kami lakukan distribusi lebih merata. Jadi tidak ada sekolah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit gurunya,” tegas Budiadnyana.

Budiadnyana juga berharap pemerintah pusat segera membuka formasi CPNS atau PPPK khusus tenaga pendidik. Hal ini penting karena pemerintah daerah tidak lagi memiliki kewenangan mengangkat guru kontrak untuk menambah formasi yang kurang.

Baca Juga :  Safari Pendidikan Hardiknas 2026, Kadisdikpora Badung Serap Aspirasi dan Curhatan Guru

“Kita berharap ada pengangkatan CPNS untuk menekan kekurangan guru ini. Kebutuhan sudah sangat mendesak,” ujarnya.

Sebagai upaya inovatif, Disdikpora Karangasem mempertimbangkan untuk melibatkan mahasiswa PKL atau KKN dalam membantu proses pembelajaran di sekolah-sekolah tertentu.

“Ini masih gagasan awal. Kami akan komunikasikan dengan pimpinan. Bila disetujui, mahasiswa bisa membantu proses pembelajaran, terutama di sekolah terpencil,” katanya.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News