
BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Kunjungan Forum Maritim Bali ke Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM menjadi momentum penting dalam pengembangan jejaring kolaborasi antara Forum Maritim Bali dan Departemen Perikanan Faperta UGM.
Kegiatan langsung dihadiri Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., dan Ketua Forum Maritim Bali, Ketut Adil Darma Yase.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin (24/11/2025), ini bertujuan memperkuat pendidikan, riset, dan pembinaan generasi muda di bidang kelautan serta memajukan sektor maritim Indonesia secara berkelanjutan.
Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut.
Ia menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk membangun maritim Indonesia sekaligus mendidik generasi muda agar mencintai laut dan menjaga kelestariannya.
“Para adik-adik kita memiliki potensi luar biasa. Kemampuan berkomunikasi dan keberanian mereka menjadi modal besar untuk masa depan sektor maritim,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menekankan pentingnya memandang lingkungan maritim sebagai satu kesatuan ekosistem.
Ia juga mendorong pemahaman mengenai konsep holobiont, bahwa laut menyimpan banyak organisme tak kasat mata yang memiliki peran besar menjaga keberlangsungan alam.

UGM, lanjutnya, siap memberikan pembekalan pengetahuan mutakhir bagi generasi muda, khususnya Gen-Z, agar mampu berperan dalam mewujudkan pelestarian sumber daya maritim berkelanjutan menuju ekonomi biru sebagai titipan Tuhan.
“Generasi muda, terutama Gen-Z, memiliki peran penting dalam menjaga budaya maritim, merawat laut, serta memahami nilai-nilai keberlanjutan demi masa depan bumi,” tegasnya.
Ketua Forum Maritim Bali, Ketut Adil Darme Yase, menjelaskan bahwa forum yang berdiri pada 2 Juli 2024 tersebut kini memiliki 127 anggota aktif, termasuk 82 pelaku usaha sektor kelautan dan 18 industri perkapalan.
Forum juga secara rutin melahirkan Kid Maritim dan Duta Maritim Bali sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang bagi generasi muda pecinta laut.
Ia juga membawa kabar baik bahwa pada 21 November 2025, Forum Maritim Bali resmi menandatangani kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam kunjungan ini, Ketut Adil berharap UGM dapat terlibat dalam pemilihan Kid dan Duta Maritim Bali ke-3 pada Juli tahun depan, baik sebagai narasumber maupun dewan juri.
“Tujuan utama kami adalah memperluas kolaborasi antara Forum Maritim Bali dan akademisi UGM agar pembinaan generasi muda maritim semakin kuat dan berdampak luas,” ujarnya.
Dengan terbangunnya jejaring kolaborasi ini, kedua pihak berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya menguasai pengetahuan dan teknologi kelautan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga laut sebagai warisan untuk anak cucu bangsa.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastra, Fakultas Pertanian UGM. Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, doa, dan penampilan tari tradisional dari mahasiswa UGM serta Kids & Duta Maritim Bali.
Dilanjutkan sesi pemaparan, para peserta muda, Clara Alexsandra, Ni Putu Devika Wulandari, Kiran Tilotama, Kirana Wulandari, hingga Echa Suandini mempresentasikan materi terkait kemaritiman, pangan, dan isu pesisir.
Pemaparan ditutup oleh Komang Adistanaya Saraswati Kalyani Adil Putri yang juga merupakan putri dari Ketua Forum Maritim Bali Adil Darma Yase.
Mereka menunjukkan kemampuan komunikasi publik yang matang meski masih berusia belia.
Acara diakhiri dengan tari kolosal, penyerahan cenderamata FMB kepada pihak kampus, penyerahan sertifikat penghargaan, dan sesi foto bersama.
Siangnya, rombongan menjalani rekaman podcast di Gedung A4 Departemen Perikanan UGM. Para talenta muda, Divha, Kenzie, Gung Yuna, dan Vika. berbagi pandangan terkait literasi maritim, konservasi laut, dan peran anak muda. (ads/bpn)












