
BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Kunjungan Forum Maritim Bali (FMB) ke Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, Senin (24/11/2025), bukan hanya menjadi momentum penguatan jejaring kolaborasi antara FMB dan UGM, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi para Kids dan Duta Maritim Bali yang menampilkan performa luar biasa di hadapan civitas akademika kampus biru tersebut.
Sejak acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, suasana Auditorium Prof. Harjono Danoesastra terasa berbeda. Keanggunan tari tradisional dan kreasi yang dibawakan Kids dan Duta Maritim Bali disambut meriah, tetapi sorotan mulai mengarah lebih kuat ketika Kids dan Duta Maritim Bali tampil menyajikan pemaparan bertema kelautan, pangan, dan isu-isu pesisir.
Satu per satu, para talenta muda maritim, Clara Alexsandra, Ni Putu Devika Wulandari, Kiran Tilotama, Kirana Wulandari, hingga Echa Suandini naik ke panggung menyampaikan materi yang telah mereka siapkan. Meski masih berusia belia, mereka berbicara dengan struktur, keyakinan, dan keberanian yang membuat para dosen, mahasiswa, dan pimpinan fakultas terpukau.
Mereka tidak hanya mempresentasikan data dan konsep maritim, tetapi juga mengajak audiens untuk melihat laut sebagai masa depan bangsa, sumber pangan, dan ruang hidup yang harus dijaga. Kemampuan komunikasi publik mereka dinilai matang, relevan, dan menyentuh sisi intelektual civitas UGM.
Penampilan ditutup oleh Komang Adistanaya Saraswati Kalyani Adil Putri, putri Ketua Forum Maritim Bali, yang menyampaikan perspektif generasi muda terkait pentingnya literasi maritim di era perubahan iklim dan ekonomi biru. Penampilannya menjadi salah satu yang paling memikat perhatian.
Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., memberikan apresiasi khusus atas kemampuan para Kids dan Duta Maritim Bali.

Menurutnya, keberanian mereka berbicara di forum akademik menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi luar biasa untuk mengambil peran penting dalam pembangunan maritim Indonesia.
“Mereka adalah contoh generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan memiliki kepedulian tinggi pada masa depan laut. Ini modal besar bagi dunia maritim kita,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., juga menilai bahwa generasi muda seperti Kids dan Duta Maritim Bali adalah kunci menjaga keberlanjutan laut melalui pemahaman ekosistem, termasuk konsep holobiont dan organisme tak kasat mata penjaga keseimbangan laut.
Ketua Forum Maritim Bali, Ketut Adil Darme Yase, menegaskan bahwa FMB sejak awal fokus melahirkan generasi muda maritim melalui program Kid Maritim dan Duta Maritim Bali yang rutin diadakan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar UGM dapat berkolaborasi sebagai narasumber maupun dewan juri dalam pemilihan Kid dan Duta Maritim Bali ke-3 pada Juli tahun depan.
“Kami ingin memperkuat pembinaan generasi maritim agar berdampak luas. Kolaborasi dengan UGM akan memberi nilai tambah besar bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan tari kolosal yang melibatkan para peserta muda, penyerahan cenderamata dari FMB kepada pihak kampus, serta pemberian sertifikat penghargaan. Momen foto bersama menjadi simbol eratnya komitmen kedua pihak dalam membangun generasi penjaga laut yang kompeten dan berkarakter.
Siangnya, para Kids dan Duta Maritim Bali kembali menunjukkan kematangan berpikir saat mengikuti sesi rekaman podcast di Gedung A4 Departemen Perikanan UGM. Talenta muda seperti Divha, Kenzie, Gung Yuna, dan Vika berbagi pandangan seputar konservasi laut, literasi maritim, dan peran anak muda di masa depan.
Penampilan Kids dan Duta Maritim Bali tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen UGM. Mereka membuktikan bahwa generasi muda Bali telah siap berkontribusi pada pembangunan maritim nasional melalui wawasan, kepedulian, dan keberanian tampil di ruang intelektual.
Kunjungan ini menegaskan bahwa regenerasi maritim Indonesia berada di jalur yang tepat dan generasi muda itulah yang kini mengambil tempat di garis depan. (ads/bpn)












