(Kiri-Kanan). Sales Area Manager Retail Bali Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Endo Eko Satryo; Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (Alit Kelakan); dan Fuel Terminal Manager Sanggaran, Muhammad Riduansyah. Sumber Foto : tis/bpn
(Kiri-Kanan). Sales Area Manager Retail Bali Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Endo Eko Satryo; Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (Alit Kelakan); dan Fuel Terminal Manager Sanggaran, Muhammad Riduansyah. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 digelar di Kantor Pertamina Cabang Bali, Denpasar, Jumat (21/11/2025). Selain kesiapan menghadapi lonjakan kebutuhan energi saat libur akhir tahun, rakor ini juga menyoroti kelangkaan BBM yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Bali saat Hari Raya Galungan.

Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (Alit Kelakan), yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar persoalan kelangkaan BBM tidak terulang.

Menurut Alit Kelakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa penyaluran BBM tidak sesuai kebutuhan harian normal.

“Stok Bali sehari harusnya 1.024 kiloliter, tetapi yang didistribusikan hanya sekitar 980 kiloliter. Ini menyebabkan wilayah seperti Jimbaran dan Denpasar mengalami kesulitan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Perkuat Profesionalisme Difapreneur dan Skizopreneur

Ia menegaskan perlunya langkah konkret, bukan penanganan insidental.

“Jangan case by case. Tidak akan selesai kalau hanya memadamkan masalah sesaat,” tegasnya.

Alit Kelakan mengungkapkan bahwa Fuel Terminal Sanggaran memiliki tiga tangki penyimpanan berkapasitas masing-masing 3.000 KL, namun stok yang tersedia saat kejadian hanya sekitar 5.000 KL, bukan 9.000 KL sesuai kapasitas.

“Kalau dua tangki saja dipenuhi 6.000 KL kita bisa bertahan enam hari bila terjadi gangguan cuaca atau keterlambatan kapal,” jelasnya.

Ia meminta agar stok minimum dipertahankan penuh, sehingga Bali tidak kembali mengalami krisis energi saat kondisi cuaca memburuk.

Selain pasokan laut yang sering terkendala cuaca, Alit Kelakan menyoroti minimnya armada distribusi darat.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

“Saya dapat laporan armada kurang 15 unit. Bulan Desember memang akan datang empat armada baru, tapi itu belum cukup. Stok harus dijaga dari awal,” katanya.

Ia meminta Pertamina berkoordinasi dengan BMKG untuk memprediksi cuaca guna menentukan kebutuhan penebalan stok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sales Area Manager Retail Bali Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Endo Eko Satryo, menegaskan bahwa kuota BBM subsidi Pertalite dan Biosolar aman hingga akhir 2025.

“Kuota masih tersedia dan Insyaallah cukup. Tahun 2026 hampir pasti ada penambahan karena kebutuhan mengikuti pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Endo memastikan pihaknya melakukan koordinasi harian antara Fuel Terminal Sanggaran dan IT Manggis untuk menjaga distribusi tetap di atas angka normal 1.024 KL per hari.

Fuel Terminal Manager Sanggaran, Muhammad Riduansyah, menjelaskan bahwa penyaluran BBM ke Bali mengikuti nominasi pasokan dari kantor regional.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polresta Denpasar Bongkar Penyalahgunaan Biosolar, SPBU Teuku Umar Barat Disanksi

“Kami selalu koordinasi terkait stok harian. Tentu kami ingin menerima pasokan penuh, tetapi penetapannya mengikuti nominasi dari region. Satu tangki selalu kami pakai untuk pelayanan publik,” jelasnya.

Di akhir Wawancara, Alit Kelakan kembali menekankan pentingnya pengawasan agar stok BBM tidak ‘hilang’ selama proses distribusi.

“Ada 5.000 KL, terlambat satu hari kok bisa kurang? Harus jelas ke mana perginya. Kita tidak ingin masyarakat jadi korban. UMKM rugi, rumah tangga terganggu, semua habis waktu hanya untuk antre BBM,” katanya.

Alit memastikan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pertamina di Surabaya untuk memastikan penambahan kuota dan optimalisasi stok jelang Nataru 2026.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News