
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Di tengah dinamika sektor kemaritiman Bali yang terus berkembang, sosok Ketut Adil Darme Yase, Ketua Forum Maritim Bali (FMB), menjadi teladan dalam perjuangan mandiri menjaga potensi laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dengan langkah nyata dan semangat gotong royong, ia membuktikan bahwa kepedulian terhadap laut bisa tumbuh dari akar komunitas, tanpa harus menunggu bantuan pemerintah.
Sejak dipercaya memimpin FMB, Adil dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan kemandirian komunitas maritim Bali. Ia menegaskan, selama ini upaya pelestarian laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir lebih banyak digerakkan oleh inisiatif dan kepedulian anggota komunitas, bukan karena program pemerintah.
“Kami tidak menunggu bantuan datang. Laut adalah hidup kami, jadi kami bergerak dengan kemampuan sendiri. Yang penting ada hasil nyata bagi lingkungan,” ujarnya dalam wawancara di Denpasar, Kamis (23/10/2025).
Di bawah kepemimpinannya, Forum Maritim Bali telah melaksanakan berbagai program sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Salah satunya melalui Maritim Ambassador, program edukatif yang menyasar anak-anak, remaja, hingga generasi Z di Bali.
Program ini berhasil menarik minat siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman melalui ajang pemilihan Kids dan Duta Maritim, sekaligus menanamkan kesadaran menjaga ekosistem laut sejak dini.
Tak hanya itu, FMB juga aktif dalam aksi nyata di lapangan, seperti pembersihan pantai, penanaman mangrove di kawasan Rove Garden, serta pembersihan saluran air dan got dari sampah. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya dan hasil dari kolaborasi antaranggota, tanpa dukungan anggaran pemerintah.
“Kalau menunggu, kita akan tertinggal. Lebih baik bekerja dengan yang kita punya, daripada berhenti karena alasan tidak ada anggaran,” tegas Adil.
Dengan prinsip pantang menyerah, Ketut Adil Darme Yase dan Forum Maritim Bali terus berlayar meneguhkan keyakinan bahwa laut bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga identitas dan harga diri masyarakat Bali. (ads/bpn)












