Galaxy Z Fold7 Hadirkan Gemini AI, Ponsel Lipat yang Benar-Benar Bisa Gantikan Laptop
Galaxy Z Fold7 Hadirkan Gemini AI, Ponsel Lipat yang Benar-Benar Bisa Gantikan Laptop. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA — Samsung kembali mendefinisikan arti produktivitas mobile melalui integrasi Gemini AI ke dalam perangkat lipat terbarunya, Galaxy Z Fold7.

Kolaborasi strategis antara Samsung dan Google ini menjadikan kecerdasan buatan bukan sekadar fitur tambahan, melainkan inti dari pengalaman kerja dan kreativitas pengguna di era serba cepat.

Sejak peluncurannya, setiap pembeli Galaxy Z Fold7 langsung mendapatkan akses penuh ke layanan Gemini, sistem AI besutan Google yang kini tertanam di dalam antarmuka Galaxy AI. Meski data pengguna di Indonesia belum dipublikasikan, langkah ini menegaskan komitmen kedua raksasa teknologi tersebut untuk menghadirkan AI yang benar-benar bermanfaat dan mudah diakses tanpa biaya tambahan.

Galaxy Z Fold7 hadir dengan layar utama 8 inci dan layar penutup berformat 21:9 yang mendukung pengalaman multitasking tanpa kompromi. Melalui fitur Multi-Window, pengguna dapat membuka hingga tiga aplikasi sekaligus secara proporsional — seperti dokumen, spreadsheet, dan chat — tanpa perlu berpindah jendela.

Baca Juga :  Targetkan 600 Pelari, Cellular World Merdeka Run 2026 Gandeng Samsung dan Indodana

Integrasi Gemini membuat pengalaman ini jauh lebih intuitif. Fitur Gemini Live Share Screen memungkinkan pengguna menyorot data penting secara otomatis saat presentasi, menjaga alur kerja tetap lancar dan kontekstual. Sementara itu, Gemini Canvas mengubah coretan tangan atau catatan ide menjadi papan visual rapi — mind map, flowchart, hingga diagram profesional — langsung dari layar ponsel.

“Fold7 bukan sekadar ponsel besar. Ia adalah ruang kerja digital yang bisa dibuka di mana saja,” ujar salah satu perwakilan Samsung dalam rilis resminya.

Bagi kalangan profesional, riset cepat dan akurat adalah kunci pengambilan keputusan. Di sinilah Gemini Deep Research berperan. Pengguna cukup memberikan prompt seperti, “Tren media sosial Indonesia 2025”, dan Gemini akan menelusuri berbagai sumber untuk menghasilkan ringkasan analisis, kutipan relevan, serta rekomendasi strategis.

Fitur ini memotong waktu yang biasanya dihabiskan membuka puluhan tab browser. Gemini bahkan dapat diarahkan untuk fokus pada sumber tertentu, seperti jurnal akademis atau laporan industri, sehingga hasil riset lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.

Baca Juga :  Targetkan 600 Pelari, Cellular World Merdeka Run 2026 Gandeng Samsung dan Indodana

Dalam situasi presentasi atau rapat daring, Gemini AI menjadi asisten cerdas yang memandu Anda secara real time. Misalnya, ketika membuka laporan penjualan, pengguna cukup bertanya, “Gemini, poin mana yang perlu dijelaskan lebih detail?” — dan sistem akan menyorot area yang penting, seperti fluktuasi margin atau anomali data.

Saat berbagi layar dengan rekan kerja, Gemini tetap aktif membantu menjawab pertanyaan dan memberi insight, menjadikan sesi kolaborasi lebih interaktif dan efisien.

Fitur Gemini Canvas menonjol untuk mereka yang sering bekerja secara visual. Pengguna dapat menulis kata kunci atau menggambar sketsa kasar di layar, dan dalam hitungan detik, Gemini akan mengubahnya menjadi diagram elegan. Proses brainstorming pun menjadi lebih cepat, tanpa perlu berpindah ke laptop atau software desain.

Baca Juga :  Targetkan 600 Pelari, Cellular World Merdeka Run 2026 Gandeng Samsung dan Indodana

Meski begitu, Samsung dan Google menegaskan pentingnya aspek keamanan data. Penggunaan Gemini AI disesuaikan dengan kebijakan regional, dan seluruh proses pemrosesan informasi dilakukan dengan lapisan privasi tambahan. Samsung juga memastikan bahwa seluruh fitur AI di perangkat Galaxy tetap gratis dan bebas dari model berlangganan.

Dengan kombinasi layar besar, kemampuan riset mendalam, presentasi kontekstual, dan visualisasi ide instan, Galaxy Z Fold7 + Gemini AI menjelma menjadi “workstation portabel” yang nyata.

Bagi profesional yang mobilitasnya tinggi—mulai dari konsultan, peneliti, hingga kreator konten—ponsel ini bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan pusat produktivitas yang siap menggantikan laptop ringan.

Pada akhirnya, keberhasilan teknologi ini bergantung pada bagaimana pengguna mengintegrasikannya ke rutinitas kerja. Karena seperti yang diungkapkan Samsung dalam kampanye terbarunya:

“AI terbaik bukan yang paling pintar, tetapi yang membuat Anda bekerja lebih cepat, fokus, dan kreatif.” (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News