
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bali kembali menjadi pusat perhatian dunia teknologi dengan digelarnya Bali Blockchain Summit (BBS) 2025 pada 30–31 Oktober mendatang di Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Ajang internasional ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas teknologi, hingga media dalam forum besar yang menyoroti masa depan kepercayaan digital dan keberlanjutan.
Dengan tema “Blockchain for Protection and Sustainability: Building Digital Trust for a Sustainable Future”, summit ini mendorong pandangan bahwa blockchain bukan sekadar instrumen finansial, melainkan fondasi penting untuk membangun ekosistem digital yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Ketua penyelenggara BBS 2025, I Gede Putu Rahman Desyanta atau akrab disapa Gede Anta, menjelaskan bahwa summit tahun ini menjadi momen penting setelah perjalanan tiga tahun penyelenggaraan.
“Selama ini blockchain sering dikonotasikan hanya sebagai crypto, padahal potensinya jauh lebih luas, mulai dari perlindungan data hingga keamanan siber. Tahun 2024 menjadi titik balik ketika pimpinan daerah dan kementerian di Indonesia untuk pertama kalinya membahas blockchain secara serius, bahkan mendapat sorotan global. Tahun ini tantangan bukan lagi di teknologi, melainkan regulasi dan komitmen para pemangku kebijakan,” ujarnya.
Gede Anta menekankan bahwa isu perlindungan data pribadi dan privasi digital harus menjadi perhatian utama.
Menurutnya, algoritma yang mengendalikan kehidupan digital sehari-hari bisa menjadi “penjara baru”, sehingga blockchain dapat menjadi solusi untuk mengembalikan kendali data ke tangan masyarakat.
Selain itu, BBS 2025 juga akan membahas isu intelektual properti komunal di Bali, literasi data generasi muda, serta kolaborasi dalam pengelolaan sampah dan pembangunan ekonomi hijau melalui teknologi blockchain.
“Kami juga bekerja sama dengan BRIN dan Indonesia Blockchain Society untuk riset implementasi blockchain pada AI, pelayanan publik, ketahanan pangan, hingga komunikasi publik,” tambahnya.
Sementara itu, I Komang Triska Ananda Dilivianugraha Priantara, Direktur Eksekutif Bali Blockchain Center, menyoroti fokus baru summit tahun ini.
“Kami akan menampilkan showcase implementasi blockchain yang sudah berhasil, sehingga publik bisa melihat manfaat langsungnya. Kami juga melibatkan akademisi dengan mendanai riset di lima sektor strategis, serta meluncurkan program Bali Next Gen untuk anak muda agar mereka mendapatkan literasi digital dan bisa membangun ekosistem masa depan,” ungkap Triska.
Program Bali Next Gen juga dijelaskan lebih jauh oleh I Wayan Adi Wikantara, Direktur Program Bali Blockchain Center.
“Kami ingin membangun sebuah ekosistem jangka panjang, bukan hanya sekadar acara sehari. Anak muda adalah kunci, karena mereka yang kelak akan melanjutkan estafet ini. Ada lima topik riset yang kami dorong: intelektual properti seperti ogoh-ogoh, karbon tracking, sistem keuangan berbasis blockchain, food trust, serta penguatan ekosistem komunitas,” terangnya.
Sejak pertama kali digelar pada 2023, Bali Blockchain Summit tumbuh menjadi ruang tahunan bagi siapa saja yang percaya bahwa blockchain dapat membawa dampak nyata.
Tahun ini, lebih dari 3.000 peserta diperkirakan hadir dalam rangkaian agenda yang mencakup konferensi, diskusi panel, pameran teknologi, hingga sesi networking. Selain itu, acara juga diramaikan dengan kompetisi trivia, kuis cerdas cermat, dan turnamen e-sport untuk menjangkau publik lebih luas.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Denpasar, BKRAF Denpasar, serta berbagai pemangku kepentingan blockchain di Indonesia, Bali Blockchain Summit 2025 diharapkan bukan hanya menjadi forum teknologi, tetapi juga sebuah gerakan menuju ekosistem digital yang lebih aman, terbuka, dan berpihak pada keberlanjutan.(ads/bpn)












