
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bali untuk pertama kalinya resmi dipilih sebagai tuan rumah Asia Medical Week (AMW) 2025, sebuah forum internasional yang digagas oleh Zhongshan Hospital, China. Acara ini akan mempertemukan pemimpin, praktisi, akademisi, peneliti, hingga industri kesehatan dari seluruh Asia.
Forum yang berlangsung selama dua hari, 12–13 September 2025, akan diawali dengan kunjungan ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar pada Jumat (12/9/2025). AMW 2025 berhasil menghadirkan 120 peserta dari berbagai negara, menjadikannya ruang kolaborasi lintas negara untuk membahas tantangan kesehatan, memperkuat jejaring riset, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kawasan Asia.
Pemilihan Bali sebagai lokasi AMW 2025 didasarkan pada reputasinya sebagai pusat pertemuan internasional dengan fasilitas kelas dunia, citra global yang harmonis, serta nilai keterbukaan dan persaudaraan antarbangsa. Selain dikenal sebagai destinasi wisata, Bali juga melambangkan semangat kolaborasi yang sejalan dengan misi AMW.
Mengusung tema ‘Bridging Nations, Healing Futures’, AMW 2025 menyoroti beragam tantangan kesehatan yang dihadapi Asia, mulai dari pascapandemi, dampak perubahan iklim, hingga ketimpangan akses layanan. Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi regional untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh, berstandar mutu tinggi, serta siap menghadapi krisis di masa depan.
RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah ditunjuk sebagai mitra utama karena posisinya sebagai rumah sakit terbesar di Bali dengan sejarah panjang dalam pelayanan dan pengembangan kesehatan di Indonesia.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. I Made Darmajaya, Sp.B, Sp.BA., Subsp.D.A(K)., MARS, FIAFS., menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut bertujuan memperkenalkan layanan eksekutif, termasuk layanan ibu dan anak.
“Tadi kami juga telah melaksanakan Closed-door Meeting sebagai forum bertukar pikiran untuk merancang produk layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Kami juga menantikan kerja sama dalam memperluas jangkauan layanan, terutama melalui pemanfaatan teknologi modern,” ujar dr. Made Darmajaya.
Secara garis besar, AMW 2025 menghadirkan tiga topik besar, yaitu:
- Digital Health and AI in Medicine – membahas pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam layanan kesehatan, termasuk isu etika dan keamanan data.
- Patient Safety and Quality of Care – menekankan keselamatan pasien dan mutu layanan melalui praktik terbaik serta penerapan Learning Health System.
- Preparedness for Future Health Crises – mendiskusikan strategi kesiapsiagaan menghadapi pandemi, bencana, dan krisis kesehatan dengan pendekatan One Health serta kerja sama lintas negara.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi nyata untuk kebijakan kesehatan, penguatan jejaring riset, serta peluang kolaborasi jangka panjang. Dengan semangat “Bridging Nations, Healing Futures”, AMW 2025 mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, industri, hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan kesehatan Asia yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.(dnd/bpn)












