Matangi Bhumi Lestari
Matangi Bhumi Lestari: 25 Startup Hijau Bali Dapat Dukungan dari BEC dan New Energy Nexus Indonesia. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bali Entrepreneur Collaborator (BEC) melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali bersama PT New Energy Nexus Indonesia resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan program inkubasi Matangi Bhumi Lestari, Jumat (12/9/2025). Program ini berfokus pada pengembangan startup hijau sebagai langkah konkret menuju transisi ekonomi berkelanjutan di Bali.

Matangi Bhumi Lestari merupakan bagian dari Inisiatif Matangi Bali oleh New Energy Nexus Indonesia dan mendukung target Koalisi Bali Emisi Nol Bersih. Program ini memberikan pendampingan bisnis, akses jejaring, hingga peluang pendanaan bagi startup hijau di bidang agritech, energi bersih, mobilitas listrik, hingga fashion berkelanjutan.

Ketua BEC sekaligus Kepala UPTD PLUT KUMKM, Mariana, menegaskan bahwa wirausaha lokal memiliki potensi besar mendorong perubahan positif.

“Melalui Matangi Bhumi Lestari, kami ingin startup lokal tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan,” ujar Mariana.

Direktur PT New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, menambahkan Bali berpeluang menjadi contoh penting bagi daerah lain.

“Kami berkomitmen memperkuat kapasitas kaum muda dan perempuan agar siap menghadirkan solusi inovatif untuk iklim dan energi bersih,” jelas Diyanti.

Baca Juga :  Produk Unggulan UKM dan IKM Komwil IV APEKSI Hadir di Denpasar City Expo

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh S.E., M.Si., menekankan bahwa mendukung wirausaha hijau bukan hanya soal keuntungan ekonomi.

“Kita membutuhkan generasi pengusaha yang peduli lingkungan. Inkubator seperti ini menjadi katalis lahirnya inovator hijau untuk menjawab tantangan masa depan,” kata Tri.

Program Matangi Bhumi Lestari dirancang untuk memperkuat kapasitas wirausaha lokal melalui inkubasi intensif. Peserta akan mendapatkan:

  • pendampingan dari praktisi dan ahli,
  • pengembangan prototipe skala laboratorium,
  • pelatihan bisnis untuk memperkuat model usaha.

Beberapa startup terbaik akan dipilih melalui seleksi terbuka untuk menerima pendanaan awal dalam pengembangan prototipe produk yang siap diuji pasar.

Manager Inbis Pemerintah Provinsi Bali, I Putu Gatot Adiprana, menyebut program ini hadir sebagai katalisator lahirnya pengusaha hijau.

“Kami ingin bisnis yang dikembangkan tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat Bali,” tegas Gatot.

Baca Juga :  Busungbiu Festival 2026 Resmi Digelar, Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal dan Potensi Desa

Antusiasme juga datang dari peserta. Tegar, pendiri sekaligus Operations & Supply Chain Lead salah satu startup, menyebut program ini sebagai ruang belajar penting.

“Pendampingan yang diberikan membuat kami semakin siap melangkah. Saya tidak sabar mengikuti seluruh rangkaian program ini,” kata Tegar.

Hal senada disampaikan Ni Komang Rosiani, pendiri Rotenbi. “Sebagai perempuan, program ini menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan. Semoga bisa menginspirasi perempuan lainnya,” ujar Rosiani.

Sebanyak 25 startup hijau terpilih mengikuti inkubasi 2025, menghadirkan solusi dari energi terbarukan, agritech, pengolahan limbah, hingga fashion ramah lingkungan.

  1. Antarkita – Marketplace produk rajutan UMKM lokal
  2. Bali Griya Sewa – Penyewaan peralatan rumah tangga berkelanjutan
  3. Bali Treesco – Olahan kelapa organik
  4. Balibell – Selai buah rendah gula dari panen lokal
  5. Balisynwood – Produk limbah dan bahan baku terbarukan
  6. Billyane’s – Eco enzyme dari limbah dapur
  7. Canara – GrowBox bercocok tanam ramah lingkungan
  8. Energi Suryamertha – Energi surya untuk air bersih & sanitasi
  9. EqoniQ – Pengolahan limbah berbasis komunitas
  10. Green Oil Solution – Teknologi ubah limbah jadi energi
  11. Hasta Karya Rotenbi – Anyaman berkelanjutan berbasis budaya
  12. KAMI Studio – Daur ulang limbah organik
  13. Locabin.id – Bangunan modular berkelanjutan
  14. Manaya – Patung & perhiasan sustainable
  15. Mellis – Pembungkus makanan ramah lingkungan
  16. Munchies – Pakan hewan dari maggot
  17. MyAmbu – Kewirausahaan kreatif berbasis komunitas
  18. Namaste 21 Handmade – Fashion berkelanjutan kain endek
  19. Pantauin – Platform verifikasi dampak investasi blue carbon
  20. Pesona Plastic Recycle Studio – Edukasi pengolahan sampah plastik
  21. Phalam – Sabun ramah lingkungan
  22. Soka Wangi – Kerajinan batok kelapa & anyaman tradisional
  23. TSDC Store – Kerajinan serat alam
  24. Uma Impact – Hub keberlanjutan untuk bisnis hijau
  25. Yeh Pasih Leather – Produk fashion kulit ikan
Baca Juga :  Sawan Festival, Ruang Pelestarian Seni Budaya dan Gerakkan UMKM Lokal

Selain itu, peluncuran program turut dimeriahkan dengan pameran 11 UMKM dan startup hijau yang menampilkan produk ramah lingkungan, seperti Balibell, Phalam, Soka Wangi, Bali Treesco, Billyane’s, Pesona Plastic Recycle Studio, Yeh Pasih Leather, EqoniQ, TSDC, Balisynwood, dan MyAmbu.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News