Play Therapy Plalianan Bali
Play Therapy Plalianan Bali: Cara Unik Tim PKM-PM Undiksha Bangun Kesejahteraan Psikologis Anak Panti Dharma Jati II. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kebahagiaan tak selalu lahir dari kesempurnaan. Kadang, ia tumbuh dari senyum sederhana yang memberi semangat baru untuk melangkah. Semangat inilah yang coba dihadirkan tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui inovasi ‘Happiness is Everything’, sebuah program yang mengangkat permainan tradisional Bali sebagai sarana terapi psikologis bagi anak-anak di Panti Asuhan Dharma Jati II, Denpasar.

Berdasarkan observasi dan wawancara dengan pengurus panti, masih banyak anak yang mengalami kendala dalam mengelola emosi, cenderung menyendiri, hingga kurang percaya diri. Lebih dari separuh anak bahkan menunjukkan psychological well-being yang rendah, sehingga membatasi interaksi sosial serta perkembangan potensi diri mereka.

Menjawab persoalan tersebut, tim PKM-PM yang diketuai Dewa Ayu Kartika Pratiwi bersama anggota Ni Made Pradnya Paramita, Ni Putu Ayu Gayatri Dewi, Kadek Rosa Mariana Dewi, dan I Putu Mahardika Sutresna Putra menghadirkan pendekatan baru berupa play therapy dengan menggabungkan plalianan Bali (permainan tradisional) dan gending rare (lagu anak-anak Bali).

Permainan tradisional ini sebelumnya telah diperkenalkan oleh maestro budaya Bali, Made Taro, yang konsisten melestarikan permainan rakyat dan cerita anak Bali. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan kegembiraan, tetapi juga belajar mengenali emosi, melatih kerja sama, dan membangun rasa percaya diri.

Play Therapy Plalianan Bali
Play Therapy Plalianan Bali: Cara Unik Tim PKM-PM Undiksha Bangun Kesejahteraan Psikologis Anak Panti Dharma Jati II. Sumber Foto : Istimewa

Program ini dirancang melalui empat tahapan aktivitas bermain yang dipadukan dengan enam dimensi psychological well-being: penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, serta pertumbuhan pribadi.

Selama empat bulan, anak-anak mengikuti pelatihan, pendampingan, hingga pementasan Plalianan Bali sebagai puncak acara.

Agar program berkelanjutan, tim juga membentuk komunitas Play Rangers yang terdiri dari pengurus panti asuhan sebagai kader pendamping. Selain itu, disusun pula buku panduan sebagai pedoman kegiatan agar bisa dijalankan secara mandiri di masa depan.

Play Therapy Plalianan Bali
Play Therapy Plalianan Bali: Cara Unik Tim PKM-PM Undiksha Bangun Kesejahteraan Psikologis Anak Panti Dharma Jati II. Sumber Foto : Istimewa

Dengan arahan dosen pendamping Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung, M.Pd., program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis anak-anak panti.

Lebih dari itu, model intervensi berbasis kearifan lokal ini berpotensi direplikasi di panti asuhan lain, tidak hanya di Bali, tetapi juga di seluruh Indonesia.(*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News