BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Jalur perbatasan Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Karangasem, kembali memakan korban. Pada Senin (1/9/2025), dua kecelakaan beruntun terjadi di jalur tersebut, melibatkan truk pengangkut material yang nekat melintas dengan muatan berat.
Kecelakaan kerap terjadi di tanjakan curam yang menghubungkan Desa Tangkup dengan Desa Apet, Klungkung. Akses ini memang menjadi rute terdekat dari Karangasem menuju Klungkung tanpa harus melewati jalur Rendang – Bukit Jambul. Namun, kondisi tanjakan yang ekstrem membuat jalur ini berisiko tinggi bagi kendaraan bermuatan berat, terutama truk material.
Warga setempat mengaku sudah sering memberi imbauan kepada para sopir truk agar lebih berhati-hati. Bahkan spanduk peringatan pernah dipasang di lokasi rawan, namun masih saja ada sopir yang nekat melintas.
“Kami sudah sempat memasang spanduk himbauan. Beberapa kali kejadian, truk yang tidak kuat menanjak sering membuang material di jalan agar bisa melaju lagi. Itu jelas membahayakan dan mengganggu lalu lintas,” ujar Perbekel Desa Tangkup, I Gede Sukarnadita, Selasa (2/9/2025).
Sukarnadita menambahkan, pihak desa tidak bisa melarang kendaraan melintas karena jalur tersebut merupakan jalan umum. Upaya yang bisa dilakukan hanya sebatas imbauan demi keselamatan sopir maupun pengguna jalan lainnya.
Di sisi lain, muncul dugaan bahwa sebagian sopir truk memilih jalur Tangkup bukan hanya karena jarak lebih dekat, tetapi juga untuk menghindari pos pajak yang berada di wilayah Rendang, Karangasem.
Terkait dugaan tersebut, Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, belum dapat dikonfirmasi mengenai langkah yang akan ditempuh untuk memastikan ada atau tidaknya praktik penghindaran pajak oleh truk material yang melintas di jalur ini.(st/bpn)













