Bali Aman
Gubernur Koster dan Pecalang se-Bali Nyatakan Sikap, Tolak Aksi Anarkis dan Tegaskan Bali Aman!. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ribuan pecalang dari seluruh kabupaten/kota se-Bali memenuhi Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/9/2025). Mereka hadir dalam Gelar Agung Pecalang Bali yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama jajaran Forkopimda.

Dalam suasana khidmat sekaligus penuh semangat, Gubernur Koster berdiri di tengah-tengah barisan pecalang dan menyerukan yel-yel perjuangan.

“Pecalang Bali, Bali Aman, Bali Aman, Bali Aman, Merdeka!,” pekiknya lantang, diikuti dengan gegap gempita oleh belasan ribu pecalang.

Gelar akbar ini juga dihadiri Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet. Di hadapan Gubernur Koster dan seluruh tokoh Bali, pecalang membacakan pernyataan sikap yang menegaskan komitmen menjaga Gumi Bali tetap aman dan damai.

Baca Juga :  Sagung Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026

Pernyataan sikap dibacakan oleh Nyoman Beker, Pecalang Desa Adat Peminge, Nusa Dua, Badung. Ia menegaskan, bahwa pecalang se-Bali dengan tegas menolak segala bentuk aksi demonstrasi yang berpotensi anarkis, terlebih setelah muncul informasi adanya rencana aksi pada 1 September 2025.

“Tanah Gumi Bali adalah tanah kelahiran, tempat hidup, dan ruang membangun kehidupan yang sejahtera serta bahagia secara niskala-sekala. Kami tidak rela keamanan Bali yang selama ini kondusif dirusak oleh aksi-aksi demonstrasi yang tidak bertanggung jawab dan bersifat anarkis,” tegasnya.

Baca Juga :  Siap Tampil di PKB XLVIII, Sanggar Gita Bandana Praja Denpasar Angkat Karya Legendaris I Wayan Beratha

Pecalang Bali juga menyatakan siap menjaga kesucian Bali baik secara sekala maupun niskala. Mereka mendukung penuh langkah aparat TNI-Polri dalam menjaga keamanan, sekaligus meminta aparat bertindak tegas kepada siapa pun yang mencoba merusak ketertiban.

Lebih jauh, pecalang berkomitmen menjalin kerja sama erat dengan aparat keamanan negara dan seluruh komponen masyarakat untuk memastikan Bali tetap damai, aman, dan harmonis.

Gelar Agung Pecalang ini sekaligus menegaskan pesan Gubernur Koster, Bali adalah tanah suci yang harus dijaga bersama. Tidak boleh ada ruang bagi anarkisme, apalagi yang mengancam harmoni dan kedamaian masyarakat Bali.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News