Sampah
Wabup Pandu Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumbernya, TPS3R & Tebe Modern Jadi Solusi Gerakan Bali Bersih Sampah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus memperkuat langkah dalam menangani persoalan sampah melalui percepatan Gerakan Bali Bersih Sampah (GBBS). Komitmen ini disampaikan Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, saat memimpin Rapat Koordinasi dan Arahan Bupati Karangasem tentang percepatan GBBS di Ballroom Gedung Pusat Seni dan Kerajinan Tradisional, Amlapura, Senin (11/8/2025).

Wabup Pandu mengungkapkan, sebelum diterbitkannya SK Nomor 757, permasalahan penumpukan sampah masih terjadi di TPA Linggasana dan Butus. Dengan keluarnya SK tersebut, kedua TPA resmi ditutup, dan pengelolaan sampah kini difokuskan langsung dari sumbernya.

“Semua desa harus bergerak, jangan hanya membuat proposal TPS3R tanpa realisasi. Mari belajar dari desa yang sudah berhasil,” tegasnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Kelurahan Penarukan Kumpulkan 187,1 Kilogram Sampah Anorganik

Dalam rapat tersebut, tiga desa menjadi fokus pembahasan, yakni Desa Sengkidu, Tumbu, dan Nongan, dengan Sengkidu ditetapkan sebagai desa percontohan. Pandu menekankan bahwa studi banding pengelolaan sampah cukup dilakukan di desa-desa lokal tanpa perlu keluar daerah.

Saat ini, Karangasem memiliki 19 TPS3R, namun hanya 14 yang aktif. Untuk mengoptimalkan kinerja, Pemkab mendorong penggabungan sistem TPS3R dengan Tebe Modern, teknologi pengolahan sampah organik yang efektif diterapkan di tingkat banjar.

“Di setiap banjar bisa dibuat tebe modern, asalkan tidak ada selembar plastik yang tercampur. Sampah plastik dan residu harus dipisahkan untuk pengelolaan lanjutan,” ujar Pandu.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Rancang Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Bengkala Berbasis Controlled Landfill

Pemkab Karangasem telah menyiapkan anggaran Rp500 juta per desa untuk membangun TPS3R di 78 desa. Dinas Lingkungan Hidup akan menangani penyediaan sarana-prasarana dan sosialisasi, sementara Dinas Pariwisata bersama Dinas PMD akan menguatkan pararem desa adat terkait pengelolaan sampah.

Dalam kesempatan tersebut, tiga kepala desa juga memaparkan pengalaman mereka. Desa Sengkidu sudah mengelola sampah sejak 2010 dengan sinergi pemerintah desa dan desa adat, didukung regulasi dan kerja sama pihak ketiga. Desa Tumbu lebih menekankan aksi nyata, seperti pemanfaatan lahan desa untuk sampah residu. Sementara Desa Nongan, yang mulai mengelola sampah pada 2022 di lahan seluas 22 are, fokus pada edukasi warga meski diakui masih menjadi tantangan.

Baca Juga :  ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme

Pandu juga mendorong sektor pariwisata, termasuk hotel-hotel, untuk mengelola sampah dari sumbernya. Ia mengapresiasi lomba inovasi pengelolaan sampah tingkat desa yang diadakan Dinas PMD sebagai pemicu kreativitas desa dalam menjaga lingkungan.

“Pengelolaan sampah yang baik adalah bagian dari Yadnya untuk Ibu Pertiwi, wujud nyata dari Tri Hita Karana. Mari kita kelola sampah dari sumbernya demi Karangasem yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” tutupnya.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News