ASNA
Indonesia Jadi Tuan Rumah ASNA Conference 2025, Fokus pada Kolaborasi ASEAN Tangani Penyakit Saraf. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni) bekerja sama dengan ASEAN Neurological Association (ASNA) resmi membuka ASNA Conference 2025, konferensi ilmiah terbesar di Asia Tenggara di bidang neurologi, yang berlangsung pada 6–10 Agustus 2025 di Bali.

Acara dua tahunan ini digelar secara bergantian di negara anggota ASEAN, dan tahun ini menjadi kali ketiga Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 2005 di Jakarta dan 2011 di Bali. ASNA Conference mengundang pembicara dari seluruh Asia Tenggara, Jepang, Australia, dan India, serta dihadiri hampir 1.000 peserta, termasuk dokter spesialis neurologi, dokter umum, akademisi, mahasiswa, dan tenaga kesehatan.

Selain simposium utama, konferensi tahun ini menampilkan 13 workshop ilmiah yang diminati peserta, presentasi poster penelitian, pelantikan dokter fellowship neurologi, hingga kegiatan non-ilmiah seperti NeuroRun dan gala dinner.

Neurologi, cabang kedokteran yang menangani penyakit saraf dan otak seperti stroke, epilepsi, demensia, Parkinson, hingga saraf kejepit, menjadi fokus pembahasan utama. Stroke mendapat perhatian khusus karena Indonesia memiliki angka kejadian tertinggi di Asia Tenggara, yakni 8–10 kasus per 1.000 penduduk.

Ketua Umum Perdosni, Dr. dr. Dodik Tugasworo, Sp.N, Subsp.NIIOO(K), M.H, menegaskan bahwa penanganan stroke yang cepat dan tepat—kurang dari 4,5 jam sejak serangan—dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kecacatan. Perdosni berkomitmen mendukung program pemerintah dengan memperluas distribusi dokter spesialis neurologi hingga ke pelosok daerah.

“Indonesia menjadi contoh baik bagi penambahan ahli neurointervensi vaskular sebagai ujung tombak penanganan stroke di ASEAN,” ujarnya.

Presiden ASNA, Prof. Dr. Kheng Seang Lim, mengapresiasi kontribusi dokter neurologi Indonesia. “Dokter Indonesia gigih dan rajin mengamalkan ilmunya. Tahun lalu, kami bahkan memberikan penghargaan tinggi kepada anggota Perdosni, Dr. Dede Gunawan, atas jasanya mengembangkan ASNA,” ungkapnya.

Selain stroke, konferensi juga membahas kemajuan penanganan epilepsi, termasuk pembukaan pusat bedah epilepsi di Semarang dan Jakarta, serta meningkatnya kasus demensia dan Parkinson seiring bertambahnya usia harapan hidup penduduk Indonesia.

Dengan tema ‘ASEAN Collaborative Strategy to Encounter Challenge and Growing Burden in Neurological Disorder’, konferensi ini diharapkan menjadi ajang kolaborasi lintas negara untuk menghadapi beban penyakit saraf yang terus meningkat.

Ketua panitia Dr. dr. Rivan Danuaji, Sp.N, Subsp.NIIOO(K) mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami berharap simposium ini menjadi wadah pertukaran ilmu dan mempererat kerja sama antarneurolog se-ASEAN,” ujarnya. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News