
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa waktu terakhir mengalami terputusnya pasokan listrik. Untuk menjawab keresahan masyarakat, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memberikan penjelasan menyeluruh terkait penyebab gangguan serta upaya pencegahan yang terus dilakukan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan di Pulau Dewata.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa PLN tidak pernah secara sengaja menghentikan pasokan listrik.
“Pertama, kami perlu memberikan penjelasan ya, agar terang terkait dengan pemadaman itu seperti apa. Jadi pada prinsipnya, PLN itu tidak pernah dengan sengaja melakukan pemadaman. Adapun memang pemadaman itu tetap kita akui terjadi, namun perlu diketahui, itu tidak pernah dilakukan secara sengaja,” ujar Petrus saat ditemui di Denpasar, Rabu (30/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa ada dua penyebab utama yang dapat mengakibatkan pasokan listrik terputus, yakni gangguan teknis dan kegiatan pemeliharaan.
“Gangguan bisa dari eksternal seperti binatang, layang-layang, dan sebagainya. Bisa juga dari internal seperti usia peralatan. Kedua, pemadaman juga bisa karena pemeliharaan. Ini bukan disengaja, melainkan kebutuhan. Seperti mobil yang perlu ganti oli agar tetap aman digunakan, begitu juga dengan jaringan listrik kami,” jelasnya.
Petrus turut menjelaskan istilah ‘pemadaman meluas’ yang kerap menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Kalau blackout itu artinya total, seluruh wilayah padam. Kalau padam meluas, contohnya seperti separuh atau lebih dari Pulau Bali yang terdampak. Jumlah pelanggan yang padam banyak, sehingga masuk kategori padam meluas,” katanya.
Lebih lanjut, Petrus memaparkan bahwa pemeliharaan jaringan dilakukan secara terjadwal dan berkala sesuai kebutuhan teknis.
“Ada yang perlu dipelihara setiap 6 bulan, setahun sekali, hingga dua tahun sekali. Misalnya, pemangkasan pohon dekat jaringan dilakukan secara berkala agar tidak membahayakan,” imbuhnya.
Terkait lamanya durasi penghentian pasokan listrik, hal ini sangat tergantung pada skala pekerjaan dan jumlah personel di lapangan. Meski demikian, PLN terus berupaya untuk mengurangi potensi gangguan melalui berbagai inovasi, termasuk dengan mengoperasikan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
“Ini inovasi PLN. Tim PDKB bisa melakukan pemeliharaan tanpa menyebabkan padam. Jadi pelanggan tetap nyaman walaupun ada pekerjaan,” katanya.
Menanggapi keluhan terkait minimnya informasi kepada masyarakat saat terjadi gangguan, Petrus menegaskan bahwa PLN senantiasa menyampaikan informasi kegiatan pemeliharaan melalui berbagai kanal resmi.
“Kami sampaikan lewat media sosial, website, grup WhatsApp dengan stakeholder seperti hotel, tokoh masyarakat, hingga perbekel. Kalau pemadaman karena gangguan mendadak, memang tidak bisa diumumkan sebelumnya,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Kalau di medsos resmi PLN pasti ada logo dan tanda tangan pimpinan untuk informasi resmi,” tegasnya.
Petrus juga menyoroti aktivitas bermain layang-layang yang cukup sering menyebabkan gangguan pada jaringan listrik, terutama saat musim layangan berlangsung.
“Budaya main layangan di Bali cukup kuat. Tapi ketika layangan jatuh dan tersangkut di jaringan, bisa menimbulkan hubungan singkat antar kawat listrik. Itu sangat berbahaya, bisa menyebabkan padam lokal dan kerusakan pembangkit jika tidak diamankan,” terangnya.
PLN pun mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, serta menghindari penggunaan benang logam atau kawat, dan tidak mencoba mengambil layangan yang tersangkut di jaringan secara mandiri.
“Kalau layangan sampai tersangkut, jangan coba-coba mengambil sendiri. Segera hubungi petugas PLN. Listrik itu tidak terlihat, tapi bisa mematikan,” tegas Petrus.
Sementara itu, Assistant Manager Operasi Sistem Distribusi PLN UP2D Bali, I Nyoman Aryawan, menambahkan bahwa PLN Mobile kini menjadi solusi utama dalam menyampaikan informasi pemeliharaan dan gangguan secara cepat kepada pelanggan.
“Semua pekerjaan terencana yang mengakibatkan padam akan terhubung otomatis ke sistem, dan pelanggan akan menerima notifikasi lewat PLN Mobile. Ini bagian dari super apps PLN yang patut dimiliki masyarakat,” jelas Aryawan.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat transparansi, serta menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat Bali.(tis/bpn)












