Bank Lestari
Bank Lestari Bali Gelar Kembali Seminar Investasi Bersama Lo Kheng Hong. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi COVID-19, Bank Lestari (BPR) Bali kembali menghadirkan acara yang dinantikan para investor dan nasabah setianya: Peluang Investasi Terkini bertajuk “Rahasia Investasi Ala Lo Kheng Hong”.

Digelar pada Jumat (25/7/2025), di Denpasar, acara ini menghadirkan sosok investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, yang dijuluki “Warren Buffett-nya Indonesia”, untuk membagikan filosofi dan kiat suksesnya dalam berinvestasi saham.

Kegiatan ini dihelat sebagai bentuk apresiasi kepada para nasabah setia Bank Lestari sekaligus sebagai wadah edukatif untuk memperkaya literasi keuangan masyarakat Bali, khususnya dalam dunia investasi pasar modal yang semakin diminati berbagai kalangan.

Direktur Utama Bank Lestari (BPR) Bali, Herman Dinijanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini sejatinya merupakan agenda tahunan yang sebelumnya rutin dilaksanakan sebelum pandemi melanda. Namun karena situasi global yang membatasi aktivitas tatap muka, kegiatan sempat tertunda selama beberapa tahun.

“Ini adalah bentuk give thanks kami kepada para nasabah yang terus setia bersama Bank Lestari, terutama selama masa-masa sulit pandemi. Kami juga ingin memberikan manfaat konkret melalui acara edukatif seperti ini—yakni ilmu dan wawasan investasi langsung dari para pakar berpengalaman,” ungkap Herman.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegiatan ini tak hanya sebatas seminar motivasi, namun menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dari BPR Lestari, terutama dalam hal digitalisasi layanan perbankan.

“Salah satu diferensiasi kami dibandingkan bank-bank lain adalah transaksi digital gratis. Nasabah kami tidak dikenakan biaya transfer ke mana pun di seluruh Indonesia. Ini adalah bukti konkret bahwa kami terus bertransformasi dan berinovasi,” tegasnya.

Herman juga menambahkan bahwa edukasi keuangan yang diberikan tidak terbatas pada pemahaman produk perbankan saja, namun juga merambah ke investasi saham dan properti, yang kini semakin diminati oleh generasi muda dan pelaku UMKM di Bali.

“Kami berharap acara ini tidak hanya memberi inspirasi, tapi juga dorongan nyata agar masyarakat lebih melek investasi dan mempersiapkan masa depan secara cerdas,” tambah Herman.

Dalam sesi talkshow yang dipandu langsung oleh pendiri Bank Lestari, Alex P. Chandra, Lo Kheng Hong tampil sederhana namun penuh energi. Pria yang telah malang melintang di pasar saham Indonesia selama lebih dari dua dekade ini membagikan filosofi dan pendekatan uniknya dalam berinvestasi saham.

“Saya hanya membeli saham perusahaan hebat dengan harga diskon besar. Bukan yang murah meriah, tapi yang nilainya besar dan prospeknya kuat. Saya percaya bahwa lebih baik membeli perusahaan luar biasa di harga wajar, daripada membeli perusahaan biasa-biasa saja di harga murah,” ujar Lo dengan penuh keyakinan.

Ia kemudian membagikan kisah menarik dari perjalanan investasinya, termasuk saat mengalami kerugian hingga 85% dari total kekayaannya. Namun, alih-alih menyerah, ia justru menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran berharga.

“Dalam dunia investasi, kerugian adalah guru yang paling mahal. Tapi dari situ saya belajar. Saya pernah beli saham seharga Rp250 per lembar, padahal nilai intrinsiknya Rp7,6 juta. Itulah yang saya sebut menemukan berlian di antara kerikil,” kenangnya, disambut decak kagum peserta yang hadir.

Bahkan, saking yakin akan potensi saham tersebut, Lo mengaku pernah mengusulkan kepada istrinya untuk menjual rumah demi bisa membeli lebih banyak saham.

Dalam pemaparannya, Lo juga memperkenalkan formula andalannya dalam menganalisis saham, yang ia sebut sebagai “5T”, yaitu, Tim Manajemen Memastikan orang-orang di balik perusahaan memiliki integritas dan visi yang kuat. Tata Kelola – Perusahaan harus dikelola dengan baik, transparan, dan profesional. Tren Usaha – Memilih bisnis yang masih relevan dan berpotensi tumbuh di masa depan. Track Record – Menilai performa historis perusahaan secara objektif. Transparansi – Perusahaan harus terbuka, jujur, dan patuh pada aturan pasar.

Ia menekankan bahwa dalam dunia saham, ketekunan dan kesabaran adalah kunci.

“Kalau saham saya naik, saya tambah kaya. Kalau turun, saya belajar. Tapi yang penting, jangan serakah. Selalu bersyukur, dan pegang teguh prinsip,” pesannya.

Acara ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari nasabah BPR Lestari, pegiat UMKM, mahasiswa, hingga investor pemula. Banyak dari mereka mengaku terinspirasi oleh perjalanan dan pola pikir Lo Kheng Hong yang sederhana namun visioner.

Dengan hadirnya tokoh legendaris ini, Bank Lestari berharap dapat menumbuhkan semangat investasi sehat di kalangan masyarakat Bali, serta meningkatkan literasi keuangan yang tidak hanya fokus pada menabung, tapi juga pada bagaimana mengembangkan kekayaan secara bijak dan berkelanjutan. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News