BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Penutupan jalur utama Denpasar–Gilimanuk akibat jalan jebol di Bajera, Tabanan, berdampak luas hingga ke wilayah timur Bali. Salah satu imbasnya dirasakan Kabupaten Karangasem yang kini menjadi jalur alternatif utama bagi kendaraan besar, termasuk truk logistik berukuran jumbo.
Namun meningkatnya intensitas lalu lintas truk besar di jalur Karangasem justru memunculkan persoalan baru. Sejumlah truk kerap menyenggol dahan pohon perindang yang tumbuh di tepi jalan, bahkan beberapa insiden menyebabkan truk tertimpa dahan pohon hingga memicu kemacetan dan kerusakan kendaraan.
Jalur dengan risiko tinggi tersebut di antaranya ruas Amlapura–Singaraja dan Amlapura–Denpasar, yang dikenal berkelok dan dipenuhi pohon rindang.
Menanggapi situasi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem bertindak cepat dengan menurunkan tim untuk melakukan pemangkasan pohon perindang yang dianggap membahayakan.
“Pemangkasan pohon memang merupakan kegiatan rutin kami. Tapi karena sekarang banyak truk besar melintas, kami percepat dan fokuskan di jalur-jalur padat tersebut. Kami tak ingin kejadian truk tersangkut atau tertimpa dahan terulang,” kata Kepala DLH Karangasem, I Nyoman Tari, Kamis (17/7/2025).
DLH juga telah berkoordinasi dengan pihak balai jalan karena sebagian pohon berada di bawah kewenangan mereka. Fokus pemangkasan tak hanya pada dahan rendah, tetapi juga pada pohon yang rapuh dan berisiko tumbang, terutama di area padat lalu lintas.
Langkah preventif ini, menurut Tari, sangat penting mengingat jalur Karangasem kini menjadi tulang punggung transportasi logistik. Selain risiko tertimpa dahan, pohon tua yang rapuh juga bisa tumbang sewaktu-waktu dan membahayakan pengguna jalan.
“Kami tidak ingin ada korban jiwa atau kerugian karena pohon tumbang. Pencegahan lebih baik daripada penyesalan,” tegasnya.
DLH Karangasem berharap, dengan percepatan pemangkasan pohon perindang, arus kendaraan khususnya truk-truk besar bisa melintas lebih aman dan lancar tanpa gangguan dari ranting atau pohon yang menjuntai ke jalan.(st/bpn)













