
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Semangat pelestarian budaya tradisional berpadu dengan solidaritas pemuda dalam kegiatan lomba ceki yang digelar oleh Sekaa Teruna ST Cantika di Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, pada Sabtu (28/6/2025).
Lomba ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Denpasar, Dukungan juga mengalir dari Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Gede Sumara Putra, ST., yang akrab disapa Bli Mangde. Pada kesempatan tersebut Bli Mangde sangat memberikan dukungan pada kegiatan lomba ceki ini, apalagi ini digelar oleh anak muda untuk penggalian dana.
“Saya pribadi mendukung setiap kegiatan positif dari anak muda di kota denpasar,”ucap Bli Mangde yang memang akrab dengan anak muda kota Denpasar.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang permainan, tetapi juga menjadi sarana penggalangan dana dan mempererat ikatan sosial antar anggota masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Lingkungan Sedana Merta, Yoga Wiyasa, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, lomba ceki yang diinisiasi oleh para pemuda merupakan langkah positif yang tidak hanya bernilai olahraga dan hiburan, tetapi juga berdampak sosial melalui penggalangan dana.
“Selagi positif, kami selaku kelian baik dari adat maupun dinas sangat mendukung. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk menyatukan para pemuda,” ujarnya.
Kelian Adat Nyoman Winata turut mengapresiasi inisiatif ST Cantika dalam menyelenggarakan lomba tersebut. Ia melihat kegiatan ini membawa dampak positif sesuai dengan tujuannya, yakni penguatan rasa kebersamaan dan pencarian dana mandiri bagi sekaa truna.
“Kami sangat berterima kasih kepada para pemuda yang sudah punya inisiatif seperti ini. Hasil dari kegiatan ini akan sangat berguna untuk mendukung berbagai program ke depan,” ungkapnya.

Camat Denpasar Utara, I Wayan Yuswara, S.STP., M.Si., juga menyampaikan dukungan dari pihak pemerintah terhadap kreativitas generasi muda dalam menggalang dana. Menurutnya, inisiatif seperti ini membantu meringankan beban dana dan meningkatkan kreativitas pemuda di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami dari pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, siap membantu sejauh yang kami mampu. Setiap wilayah punya pola tersendiri dalam penggalangan dana, dan kami menghormati itu,” tuturnya.
Lurah Ubung, Dwi Karyana Paramita, S.STP., M.A., mengungkapkan bahwa pihak kelurahan sangat mendukung kegiatan semacam ini, meski belum bisa membantu secara anggaran.
“Kami siap membantu dari segi fasilitas atau kebutuhan lain yang bisa kami sediakan. Di tengah era digital saat ini, permainan tradisional seperti ceki tetap penting dipertahankan agar anak-anak muda tidak melupakan akar budaya mereka,” ujarnya.
Ia juga berharap agar pemuda terus menggali potensi lokal dan merancang program-program yang menonjolkan nilai-nilai tradisional. Kegiatan seperti ini dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap lunturnya budaya akibat pengaruh modernisasi.
Sementara itu, Ketua ST Cantika, Agus Mertha Dana, menjelaskan bahwa lomba ceki ini merupakan bagian dari program tahunan sekaa truna dalam upaya pelestarian permainan tradisional sekaligus penggalangan dana internal.
“Jumlah peserta yang sudah terdaftar mencapai sekitar 150 orang dengan biaya pendaftaran sekitar seratus ribu rupiah. Hadiah total sebesar lima juta rupiah akan dibagikan kepada lima pemenang. Pesertanya terbuka untuk umum se-Bali,” jelasnya.
Ia juga berharap agar permainan tradisional seperti ceki tetap lestari dan bisa terus dimainkan oleh generasi muda.
“Kami ingin menumbuhkan semangat, solidaritas, dan rasa memiliki antar anggota. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik untuk kegiatan-kegiatan besar kami selanjutnya,” tambah Agus.
Melalui lomba ceki ini, ST Cantika berhasil membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara kreatif dan berdampak langsung pada penguatan komunitas. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemuda menjadi kunci utama dalam menjaga warisan budaya di tengah arus zaman.(ads/bpn)












