ERICK THOHIR
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, JIMBARAN – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan penjelasan terkait kondisi terkini Timnas Indonesia senior serta update kehadiran pemain naturalisasi Kevin Diks, usai menghadiri Drawing ASEAN U-23 Championship 2025 di Jimbaran, Badung, Bali, Jumat (30/5/2025).

Menurut Erick, Kevin Diks kemungkinan besar akan segera bergabung dengan pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia di Bali usai menyelesaikan satu laga terakhir bersama klubnya di Denmark.

“Kita doakan Kevin tidak mengalami cedera. Kemarin dia sudah bermain 45 menit di babak kedua dan mencetak gol dari titik penalti. Jika di pertandingan berikutnya dia baik-baik saja, maka kemungkinan dia bisa bergabung ke TC,” ujar Erick.

Erick juga mengungkapkan bahwa beberapa pemain inti Timnas senior tidak bisa dimainkan pada laga berikutnya karena akumulasi kartu dan cedera.

“Ada 3-4 pemain starter yang tidak bisa tampil. Seperti Maarten Paes, Marselino Ferdinan, dan Ragnar Oratmangoen, yang kebetulan sedang cedera. Kita juga menunggu kondisi Sandy Walsh dan Kevin Diks,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Eliano Reijnders juga tidak bisa bergabung kali ini karena alasan keluarga, di mana istrinya sedang dalam proses persalinan.

Meski demikian, Erick tetap optimis dengan kedalaman skuad saat ini.

“Kalau dulu kita belum punya dua tim lengkap, sekarang kita sudah punya 2×11 pemain dengan kualitas yang merata. Jadi tidak ada lagi istilah starter dan cadangan, karena pelapisnya setara,” jelasnya.

Erick menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pertandingan melawan China. Ia menargetkan tiga poin agar peluang ke babak playoff tetap terbuka.

“Kalau lawan China kita tidak dapat tiga poin, berat untuk lolos ke playoff. Target kita minimal peringkat tiga atau empat untuk bisa ke playoff,” katanya.

Terkait kekuatan China yang diperkuat tiga pemain naturalisasi, Erick menanggapi santai.

“Tidak apa-apa. Selama sesuai aturan FIFA, sah-sah saja. Tapi yang harus dibanggakan, pemain naturalisasi kita berdarah Indonesia. Beda dengan negara lain yang pemainnya tidak punya darah dari negaranya,” tegas Erick.

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa masyarakat Indonesia patut bangga karena proses naturalisasi di Indonesia tetap menjunjung identitas nasional.

“Kalau ada negara lain mengkritik Indonesia, biarkan saja. Justru mereka yang mestinya malu karena menaturalisasi pemain tanpa ada darah dari negaranya sendiri. Kita jelas, ada darah Indonesia,” pungkas Erick.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News