
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Duka mendalam menyelimuti keluarga IMS (63), seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Ia ditemukan meninggal dunia di sebuah penginapan di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Sabtu (24/5) pagi. Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi yang tengah dihadapinya.
Tragisnya, sebelum menghembuskan napas terakhir, IMS sempat mengirim pesan menyentuh melalui aplikasi WhatsApp kepada cucunya. Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf dan pesan penuh kasih agar sang cucu selalu dirawat dan dijaga dengan baik.
Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, menjelaskan bahwa korban diketahui check-in seorang diri pada Jumat (23/5/2025) malam. Esok paginya, seorang saksi yang hendak membangunkannya untuk sarapan mendapati IMS dalam kondisi tak bernyawa.
“Pintu kamar tidak terkunci. Saat saksi masuk, korban ditemukan sudah terbujur kaku di lantai dengan mulut berbusa,” ujar Sukadana, Minggu (25/5/2025).
Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sebotol insektisida merek daizinon yang telah kosong, serta sepucuk surat wasiat yang mengungkapkan motif korban mengakhiri hidupnya karena beban ekonomi yang tak mampu ia tanggung.
Pihak keluarga menyatakan menerima kepergian IMS dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Mereka tak menaruh kecurigaan atas kejadian tersebut. Kepergian IMS, terutama setelah pesan terakhirnya kepada sang cucu, menyisakan luka yang dalam bagi keluarga.(st/bpn)












