Banjir
Banjir Rendam Tiga Rumah Warga di Bungaya. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem pada Minggu dini hari mengakibatkan tanggul sungai di Dusun Papung, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, jebol. Akibatnya, aliran sungai meluap ke permukiman warga dan merendam tiga unit rumah yang dihuni oleh belasan orang dari tiga kepala keluarga (KK).

Limpasan air sungai setinggi lebih dari satu meter itu memaksa warga menyelamatkan diri secara terburu-buru ke tempat aman, sementara barang-barang berharga seperti peralatan rumah tangga, pakaian, sound system, hingga hewan ternak hanyut dan terendam banjir.

Baca Juga :  BPBD Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Penguatan Tim Reaksi Cepat Lintas Sektor

“Ketinggian air diperkirakan mencapai lebih dari satu meter. Warga panik dan langsung mengungsi ke rumah tetangga. Barang-barang dan ternak tidak sempat dievakuasi,” ujar Perbekel Desa Bungaya, I Made Putra Darmayasa.

Selain kerusakan material, endapan lumpur, kayu, dan batu memenuhi halaman rumah warga, sehingga menambah beban pasca-bencana. Pemerintah desa bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem saat ini tengah melakukan asesmen untuk pendataan kerugian dan kebutuhan bantuan darurat.

Darmayasa menambahkan, ketiga keluarga terdampak merupakan warga ekonomi menengah ke bawah, sehingga bantuan mendesak seperti perlengkapan sekolah anak dan peralatan dapur menjadi prioritas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengungkapkan bahwa pihaknya juga menerima laporan bencana di sejumlah wilayah lainnya, seperti banjir yang menggenangi area pura di Desa Adat Jungsri serta tanah longsor yang sempat menutup akses jalan di Desa Bebandem.

Baca Juga :  BPBD Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Penguatan Tim Reaksi Cepat Lintas Sektor

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan cepat, baik untuk perbaikan tanggul jebol maupun penanganan longsoran,” jelas Arimbawa.

Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News