Crypto
Perbedaan Spot dan Futures Trading dalam Crypto. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan peluang dalam crypto. Langkah yang paling terkenal dilakukan adalah trading spot. Selanjutnya karena perkembangan teknologi maka crypto sudah bisa diperdagangkan berjangka atau futures trading.

Jika kamu ingin trading Bitcoin maka langkah pertama yang kamu harus lakukan adalah analisa teknis aset tersebut. Caranya dengan membaca grafik bitcoin hari ini, hingga kamu menemukan pola yang terbentuk dari candlestick tersebut.

Namun sebelum melakukan trading spot dan futures trading, maka kamu harus mengetahui perbedaan dari jenis trading crypto tersebut.

Definisi Spot Trading

Spot trading atau perdagangan langsung adalah metode transaksional crypto untuk membeli dan menjual aset secara seketika. Metode ini umumnya dipilih oleh pemula karena kemudahan dalam pelaksanaannya. Strategi dalam spot trading sekilas sederhana, yakni membeli dengan harga rendah dan menjual dengan harga tinggi.

Misalnya, dalam trading spot, Dani membeli Bitcoin ketika harganya $20.000, lalu dia melihat harganya naik menjadi $35.000 dan segera menjualnya. Peluang yang diraihnya adalah $15.000, artinya peluang dari spot trading diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual.

Definisi Futures Trading

Futures trading atau perdagangan kontrak berjangka adalah metode transaksi yang tidak melibatkan aset secara fisik, melainkan hanya berfungsi membeli atau menjual “kontrak” yang merepresentasikan nilai dari cryptocurrency tertentu.

Dalam pasar derivatif crypto, para trader akan berspekulasi mengenai nilai cryptocurrency di masa mendatang. Jika mereka memperkirakan harga akan naik, mereka akan mengambil posisi jual (Long), dan jika mereka mengira harga akan turun, maka mereka akan mengambil posisi beli (Short).

Perbedaan antara Spot dan Futures dalam Crypto

Leverage

Pada trading spot tidak tersedia leverage, yang berarti trader hanya dapat memperoleh aset sesuai dengan jumlah modal mereka. Di sisi lain, pada futures, leverage sangat bermanfaat bagi trader dengan modal rendah yang ingin meningkatkannya.

Baca Juga :  Edukasi Kripto Makin Masif, Tokocrypto Gelar Roadshow Bitcoin Pizza Day di Bali

Melalui trading derivatif, trader dapat membuka posisi pada harga tertentu, dan kemudian dapat meningkatkan hingga berlipat ganda untuk meraih peluang jika prediksi harga mereka tepat; jika tidak, modal awal mereka dapat hilang.

Fleksibilitas

Dalam trading spot, trader akan meraih peluang dari selisih harga beli dan jual yang dapat meningkat seiring waktu. Sementara itu, kontrak berjangka memberikan kesempatan untuk mendapatkan peluang baik saat pergerakan harga naik maupun turun.

Likuiditas

Likuiditas di pasar berjangka jauh lebih tinggi daripada di pasar spot. Hal ini dapat peluang trader karena mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan peluang. Sebaliknya, perdagangan spot memiliki likuiditas yang lebih rendah sehingga dapat menyebabkan lebih banyak slippage dalam setiap transaksi.

Harga

Dalam trading spot, harga adalah nilai absolut dari aset, yang ditentukan berdasarkan penawaran dan permintaan di pasar. Namun, dalam futures, harga aset juga akan ditambah biaya yang sepenuhnya ditentukan oleh saat kontrak tersebut ditutup.

Spot vs Futures, Mana yang Lebih Memiliki Peluang?

Apabila kamu seorang investor yang tidak terlalu fokus pada fluktuasi aset, tidak memiliki banyak pengetahuan tentang analisis teknikal, dan lebih memilih investasi jangka panjang, maka menggunakan spot bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena kamu akan memiliki aset tersebut secara langsung.

Umumnya, trading futures lebih cocok untuk trader berpengalaman, karena dengan memperdagangkan kontrak berjangka, mereka mampu mengelola margin mereka dengan lebih efektif untuk meningkatkan peluang, serta sebagai cara untuk melindungi terhadap pergerakan pasar lainnya.

Peluang dan Kerugian Spot Trading

Salah satu peluang dari perdagangan di pasar spot adalah investor bertransaksi dengan aset nyata dan bukan sekadar kontrak. Selain itu, investor memiliki kepemilikan langsung terhadap koin tersebut.

Baca Juga :  Bitget Wallet Bidik Indonesia, Siapkan Fitur QR Scan hingga Crypto Card untuk Permudah Transaksi Web3

Kedua hal ini memberikan rasa aman yang lebih besar bagi trader serta cara berinvestasi yang lebih sederhana. Namun, kekurangan dari perdagangan spot adalah bahwa peluangnya bisa memakan waktu cukup lama untuk terwujud.

Untuk futures trading, terutama dengan memanfaatkan leverage, potensinya biasanya lebih tinggi dibandingkan pasar spot. Namun memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan trading spot.

Mengapa Wallet Trading Spot dan Futures Trading Diperlukan Pemisahan?

Dilansir dari Pintu, terdapat 2 alasan utama mengapa wallet antara trading spot dengan futures trading harus dipisahkan.

  1. Karena perbedaan dalam profil risiko

Dalam trading spot, pertukaran aset dilakukan secara langsung, sementara trading futures melibatkan kontrak dengan penyelesaian yang terjadi di masa mendatang dan juga penggunaan leverage. Leverage ini dapat memperbesar baik peluang maupun kerugian, sehingga resikonya lebih tinggi.

Dengan memisahkan wallet trading spot dan futures trading, maka platform dapat membantu pengguna mengelola dan mengisolasi risiko yang terkait dengan masing-masing jenis trading.

  1. Terkait dengan kebutuhan margin

Trading futures memerlukan margin (jaminan), sedangkan trading spot tidak. Dengan memisahkan wallet, akan memastikan bahwa persyaratan margin untuk futures tetap berjalan secara independen, sehingga menghindari pencampuran dana dan potensi margin call yang dapat mempengaruhi kepemilikan di wallet spot.

Contoh Futures Trading 

Seorang trader yang disebut Trader A membeli kontrak futures untuk minyak mentah seharga $50 di bulan Mei dengan harapan bahwa harga aset tersebut akan naik menjelang akhir tahun. Di bulan Desember, harga minyak mentah melonjak menjadi $65.

Sangatlah benar spekulasi Trader A, sehingga ia menjual kontrak futures dan meraih peluang sebesar $65 – $50 = $15. Namun, peluang ini belum dikurangi oleh biaya dan komisi yang perlu dibayarkan kepada broker.

Baca Juga :  Edukasi Kripto Makin Masif, Tokocrypto Gelar Roadshow Bitcoin Pizza Day di Bali

Namun, apabila harga minyak mentah pada akhir Desember jatuh ke $40, Trader A tetap harus menjual kontrak futuresnya dan akan menghadapi kerugian sebesar $50 – $40 = $10.

Contoh Trading Options

Di sisi lain, dalam perdagangan opsi, misalnya Trader B membeli opsi call untuk aset emas dengan premi $2,6 per kontrak serta harga pelaksanaan sebesar $1.600. Opsi ini akan berakhir pada 22 Februari 2019.

Ternyata, pada 20 Februari 2019, harga emas meroket menjadi $1.800. Dalam situasi ini, Trader B dapat memanfaatkan opsi call dan membeli aset emas pada harga $1.600, yang lebih rendah daripada harga pasar.

Opsi ini memberikan hak kepada trader untuk membeli aset pada harga tertentu selama periode kontrak berlangsung, tetapi tidak mengharuskan mereka untuk melakukannya jika mereka memilih untuk tidak melakukannya.

Contoh Margin Trading

Berbeda dari kedua jenis perdagangan sebelumnya, margin trading adalah suatu cara bertransaksi yang memungkinkan trader untuk meminjam dana dari broker untuk menambah modal yang mereka miliki saat bertransaksi.

Sebagai contoh, Trader C ingin membeli 1.000 lembar saham dengan harga Rp5.000 per lembar. Ia hanya memiliki modal Rp2.500.000. Dengan menempatkan dana itu ke dalam rekening margin, ia dapat memperoleh tambahan dana Rp2.500.000 dan membeli 1.000 lembar saham dengan total biaya Rp5.000.000.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.(*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News