Ilustrasi
Ilustrasi. Sumber Foto : Freepik.com

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Sebanyak 107 koperasi di Karangasem dalam kondisi tidak sehat akibat dampak berkepanjangan dari erupsi Gunung Agung dan pandemi Covid-19. Bahkan, banyak koperasi yang terancam gulung tikar karena tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) lebih dari tiga kali berturut-turut.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Karangasem, Gede Loka Santika, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius.

“Kami sudah melakukan pendataan, ada beberapa alasan koperasi tidak melakukan RAT. Paling dominan karena dampak erupsi Gunung Agung dan pandemi Covid-19. Saat itu, banyak anggota menarik simpanan, sementara yang lain tidak bisa melaksanakan RAT karena harus mengungsi atau terkendala pembatasan sosial,” ujarnya, Kamis (27/2/2025).

Saat ini, terdapat 341 koperasi aktif di Kabupaten Karangasem yang tersebar di delapan kecamatan, yakni : Karangasem, Sidemen, Manggis, Bebandem, Rendang, Selat, Abang, dan Kubu. Dari jumlah tersebut, 107 koperasi (sekitar 30%) berada dalam kondisi tidak sehat.

Sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi wajib mengadakan RAT minimal sekali dalam setahun, dengan batas waktu hingga Juni. Namun, pengurus koperasi disarankan untuk melaksanakan RAT lebih awal, guna memastikan keberlanjutan dan transparansi manajemen koperasi.

Dinas Koperindag Karangasem telah mengambil langkah-langkah untuk membantu koperasi yang bermasalah, seperti : melakukan pembinaan intensif terhadap koperasi yang tidak sehat, mendorong koperasi untuk kembali melaksanakan RAT, dan memberikan pendampingan agar koperasi bisa kembali beroperasi secara optimal

“Kami terus menghimbau koperasi untuk segera melakukan RAT. Jika tidak, dikhawatirkan koperasi akan semakin sulit untuk bertahan,” tegas Gede Loka Santika.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News