
BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Sanggar Seni Selendro Agung resmi mempersembahkan Tari Pendet Pemendak Sang Harum, sebuah tarian garapan baru yang diluncurkan dalam rangkaian Pemlaspasan Sesuhunan di Pura Desa, Dalem, dan Puseh Aban, Desa Adat Tegal, Darmasaba, Abiansemal, Badung, pada Selasa (11/2/2025).
Tarian ini merupakan mahakarya I Wayan Muliyadi, S.Sn., M.Sn., seorang seniman karawitan Bali dan akademisi seni yang berkomitmen terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Bali.
Tari Pendet Pemendak Sang Harum hadir sebagai ungkapan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, dengan setiap gerakannya mencerminkan doa bagi keseimbangan dan kesucian semesta.
“Tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang mendalam. Seni adalah bahasa universal yang menghubungkan manusia dengan Hyang Paramakawi,” ujar I Wayan Muliyadi.
Muliyadi mengungkapkan bahwa tarian ini diciptakan berdasarkan bhisama (titah) dari pemangku Pura Desa Aban, Desa Adat Tegal, yang telah wafat tahun lalu. Tari Pendet Pemendak Sang Harum dirancang sebagai tarian pemendak Ida Sesuhunan saat tedun (turun) mesucian (pembersihan).
Dalam menciptakan tarian ini, Muliyadi menggali tradisi lokal di Desa Adat Tegal dan mengadaptasi melodi-melodi pokok dari pemendetan sebagai elemen pengiring. Proses penggarapan juga melibatkan Kelihan Adat dan Bendesa serta para penari yang berasal dari krama penyanding Pura Desa Aban.
Kepala Bidang Adat Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Agung Munika, SH., M.Si., memberikan apresiasi atas kehadiran tarian ini.
“Tari Pendet Pemendak Sang Harum menggabungkan unsur dari Panca Pagenda, yaitu seni kerawitan, tari, rupa, suara, dan sastra. Ini adalah perpaduan yang sangat selaras dengan konsep agama Hindu Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos., menekankan pentingnya perlindungan hak cipta terhadap tarian ini.
“Tarian ini adalah kekayaan intelektual yang berharga. Saya berharap segera diproses HAKI-nya agar dapat diwariskan kepada generasi muda di Desa Darmasaba,” katanya.
Jero Bendesa Adat Tegal, I Ketut Artawan, SE., juga menyampaikan kebanggaannya terhadap karya seni ini.
“Kami sangat bangga memiliki warga yang mampu menciptakan tarian yang memperkaya budaya kami. Semoga tarian ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar tarian penyambutan, Tari Pendet Pemendak Sang Harum adalah manifestasi bhakti, spiritualitas, dan keikhlasan penciptanya. Seni ini menjadi medium yang mendekatkan manusia dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa serta menjaga harmoni semesta.(adv/bpn)












