Pohon Tumbang
BPBD Karangasem Catat Puluhan Kejadian Sejak Awal Desember. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Memasuki musim hujan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang terus melanda wilayah Kabupaten Karangasem, yang dikenal sebagai Gumi Lahar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaporkan puluhan kejadian bencana sejak awal Desember 2024.

Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengungkapkan bahwa sejak 1 hingga 9 Desember, telah tercatat 33 laporan kejadian bencana. Sebagian besar laporan didominasi oleh insiden pohon tumbang, disusul tanah longsor.

“Cuaca ekstrem ini menyebabkan pohon tumbang dan longsor menjadi kejadian yang paling sering dilaporkan. Hal ini sejalan dengan intensitas hujan yang meningkat tajam,” ujar Arimbawa, Selasa (10/12/2024).

Baca Juga :  Astra Motor Bali Bagikan Tips #Cari_Aman Cegah Heatstroke Saat Berkendara

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang terus meningkat, BPBD Karangasem telah mengadakan rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Balai Jalan Nasional. Dalam rapat tersebut, disepakati langkah-langkah strategis untuk penanganan bencana, termasuk kesiapan alat berat yang telah ditempatkan di Karangasem.

“Jika terjadi longsor di jalan nasional, pihak balai sudah menyiapkan alat berat agar evakuasi dan pembersihan bisa dilakukan dengan cepat,” tambahnya.

Dari sisi kesiapan, BPBD Karangasem menyatakan bahwa anggaran dan peralatan memadai untuk mendukung penanganan bencana. Dengan dukungan bantuan dari pihak swasta dan BUMN, BPBD memiliki cukup peralatan, termasuk senso (gergaji mesin) dan perlengkapan APD.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

“Kami memiliki 30 personel yang dibagi ke dalam tiga regu, didukung tiga armada untuk operasional di lapangan. Secara keseluruhan, dari sisi peralatan dan sumber daya manusia, kami siap menghadapi tantangan di musim hujan ini,” tegas Arimbawa.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi, terutama di wilayah rawan seperti daerah pegunungan dan jalur yang dipenuhi pepohonan besar.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News