BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemilihan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bali periode 2024-2029 berlangsung dinamis dalam Konferensi Provinsi (Konprov) PGRI Bali pada Jumat (6/12/2024). Proses voting dilakukan setelah konferensi gagal mencapai kesepakatan secara aklamasi.
Dua kandidat yang bersaing dalam pemilihan adalah Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., mantan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar yang kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, dan Ketua PGRI Kabupaten Badung, I Wayan Tur Adnyana.
Hasil voting menunjukkan kemenangan Eddy Mulya dengan perolehan 122 suara, unggul tipis dari Tur Adnyana yang meraih 116 suara.
Selain Ketua Umum, jabatan Sekretaris Umum kini dipegang oleh Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., yang terpilih secara aklamasi. Pelantikan pengurus inti PGRI Bali dilakukan langsung oleh Ketua PB PGRI, Basyarudin Thayib.
Eddy Mulya adalah sosok birokrat yang dikenal dekat dengan para guru. Berasal dari Banjar Pandak, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, ia memiliki reputasi sebagai pemimpin yang cerdas, berdedikasi, dan berjiwa pengabdian tinggi.
Dalam sambutannya, Eddy Mulya menegaskan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan bersama untuk PGRI Bali. Ia mengajak seluruh anggota, mulai dari unit sekolah hingga cabang PGRI di seluruh Bali, untuk bersatu dalam mengawal tiga misi utama PGRI, yakni Memperjuangkan hak-hak guru, Meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru, dan Memberikan perlindungan kepada guru sebagai pendidik bangsa.
“Tidak ada yang kalah dalam konferensi ini. Ini adalah kemenangan bersama untuk PGRI Bali,” ujar Eddy Mulya.
Sebagai Ketua Umum, Eddy Mulya diharapkan dapat membawa angin segar bagi organisasi dan memperjuangkan aspirasi para guru di Bali. Dengan pengalaman dan kepribadian yang dinilai mampu menggerakkan organisasi, PGRI Bali optimis akan lebih maju di bawah kepemimpinannya.(bpn)













