
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa), menyampaikan komitmen mereka dalam memperhatikan kelompok marginal dalam debat kedua Pilkada Denpasar 2024. Debat yang berlangsung pada Rabu (6/11/2024) malam di Sanur, Denpasar Selatan, menjadi momen bagi pasangan nomor urut 2 ini untuk menunjukkan pencapaian sekaligus rencana ke depan.
Jaya Negara menekankan bahwa selama masa kepemimpinannya bersama Arya Wibawa, Pemerintah Kota Denpasar telah berhasil memenuhi kebutuhan kelompok disabilitas dan kaum marginal.
“Kami menangani kaum marginal dengan meningkatkan pendidikan dan perekonomian mereka. Sekolah diperhatikan, kehidupan yang layak diberikan. Terbukti angka kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar sudah 0%, dan kemiskinan umum menurun menjadi 2,68%,” ujar Jaya Negara.
Pemerintah juga memberikan perhatian kepada kaum urban yang datang ke Denpasar melalui Forum Pembauran Kebangsaan, yang memungkinkan kolaborasi berbagai budaya untuk menciptakan harmoni sosial.
“Denpasar adalah rumah bagi semua budaya. Reog Ponorogo hingga Barongsai tampil dalam perayaan budaya, mencerminkan Denpasar sebagai kota inklusif,” tambah Jaya Negara.
Program Unggulan untuk Kelompok Marginal, sebagai berikut :
- Pendidikan dan Lapangan Kerja: Program pendidikan khusus dan pembukaan lapangan kerja bagi kelompok marginal untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
- Kesejahteraan Penyandang Disabilitas: Fasilitas ramah disabilitas dan pemberdayaan mereka melalui program pelatihan.
- Harmoni Sosial: Mendukung keberagaman budaya melalui Forum Pembauran Kebangsaan.
Dalam debat yang bertema “Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku,” kedua pasangan calon memaparkan visi, misi, dan menjawab pertanyaan dari panelis. Panelis yang hadir adalah para akademisi dan praktisi dari berbagai bidang, seperti kesehatan, tata kelola pemerintahan, dan budaya.
Pasangan Jaya-Wibawa menangkis kritik dari lawan politik dan menegaskan bahwa program yang dijalankan telah memberikan hasil nyata bagi warga Denpasar, khususnya kelompok marginal.
“Kami tidak hanya berbicara, tetapi membuktikan dengan kerja nyata,” kata Arya Wibawa.
Melalui berbagai program dan kebijakan, Jaya-Wibawa bertekad untuk melanjutkan visi mereka menjadikan Denpasar sebagai kota yang inklusif, harmonis, dan peduli pada kelompok marginal. Capaian mereka dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.(bpn)












