Mangku Pastika
Mangku Pastika dan De Gadjah, Menyatukan Bali dalam Harmoni. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bali, yang dikenal luas sebagai Island of Peace and Democracy, Island of God, dan Island of Paradise, kembali menegaskan posisinya sebagai simbol harmoni dan toleransi dunia. Dalam upaya menjaga dan memperkuat nilai-nilai tersebut, para tokoh agama berkumpul dalam sebuah acara bertajuk Harmoni Bali untuk Negeri.

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Pemenangan Mulia-PAS, Renon, Denpasar, dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan religius, termasuk Komjen Pol (Purn) DR. Made Mangku Pastika, M.M., dan Gus Miftah. Pada kesempatan itu, Mangku Pastika menyampaikan pesan penting terkait harmoni sebagai landasan kehidupan bersama.

“Dengan adanya harmoni, maka ada perdamaian, dan di situ ada kebahagiaan. Itu yang menjadi inti acara hari ini,” ujar Mangku Pastika.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai Menyama Braya, semangat bahwa semua orang adalah saudara, terutama dalam menghadapi perbedaan pandangan politik menjelang Pilkada 2024.

“Meski berbeda pilihan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, masyarakat Bali harus tetap bersatu. Jangan sampai perbedaan ini memecah belah. Bali harus tetap harmoni dan damai, sebagai sumbangan untuk dunia: Peace From Bali for The World,” tambahnya.

Peran Toleransi dalam Mewujudkan Harmoni

Calon Gubernur Bali, Made Muliawan Arya, S.E., M.H., atau De Gadjah, menyoroti pentingnya menjaga toleransi yang sudah terjalin kuat di Bali. Ia menyebut Bali sebagai contoh nyata keberagaman yang mampu bersatu dalam harmoni.

“Bali bisa menjadi teladan bagi daerah lain dengan toleransi antarumat beragama yang luar biasa. Tokoh-tokoh agama yang hadir, seperti Gus Miftah, Made Mangku Pastika, Yoseph Yusdi Diaz, Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, Pendeta Mangku Adi, dan Romo Joseph, mencerminkan toleransi yang indah di Bali,” ungkap De Gadjah.

Sementara itu, Gus Miftah dalam sambutannya di Lapangan Bajra Sandhi Renon, mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia, yang menurutnya sangat luar biasa. Ia menyoroti bagaimana Indonesia, dengan keragaman adat, bahasa, agama, dan kepercayaan, mampu bersatu di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 1.728 adat istiadat, 730 bahasa, dan 126 aliran kepercayaan. Dengan begitu kompleksnya masalah bangsa ini, kita tetap bersatu sebagai satu negara. Ini hal yang luar biasa,” ujar Gus Miftah.

Ia juga menyampaikan keunikan Bali yang mendunia, bahkan dalam hal sederhana seperti menemukan produk buatan Bali di luar negeri.

“Saya kemarin beli tasbih di Mekkah, ternyata yang buat orang Bali. Jadi, Bali memang spesial hingga ke mancanegara,” canda Gus Miftah, mengundang tawa hadirin.

Harmoni Bali untuk Dunia

Acara ini diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa Bali adalah pulau yang menginspirasi dunia melalui toleransi dan perdamaian. Dengan persatuan yang kokoh di tengah perbedaan, Bali terus menjadi simbol harmoni yang relevan, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News