Dana Hibah
Dana Hibah untuk Pembangunan Pura di Bualu Tuai Pertanyaan, Warga Soroti Kualitas Proyek. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung untuk pembangunan Pura di Bualu, Kuta Selatan, menuai sorotan dari warga. Mereka mempertanyakan kualitas pembangunan yang dinilai tidak sesuai dengan rencana.

Menurut warga, pembangunan pura menggunakan material bekas dan terlihat kurang rapi. Bantuan dana yang mencapai Rp2 miliar ini awalnya diajukan melalui proposal oleh warga sebagai bagian dari upaya perbaikan pura. Setelah melewati proses verifikasi, dana tersebut akhirnya dicairkan dan dikelola oleh panitia.

Namun, pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor mulai menuai kritik. 

“Dalam prakteknya, bahan lama malah dipakai lagi. Jadi bahan pembicaraan warga,” ungkap salah satu warga Pengempon Pura.

Selain itu, dari 19 bangunan pelinggih yang seharusnya dikerjakan, ternyata dua bangunan penting, yaitu Pelinggih Perhyangan dan Taksu, tidak digarap kontraktor. Warga pun terpaksa swadaya untuk menyelesaikan dua bangunan tersebut.

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk memeriksa langsung ke lapangan agar penggunaan dana hibah ini lebih transparan. 

“Kami ingin semua berjalan sesuai rencana, biar dana hibah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” harap salah seorang warga.

Menurut pakar hukum, sesuai prosedur, Dana Hibah ini adalah Uang Rakyat yang bersumber dari pajak yang kemudian dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Pemkab Badung.

Mekanisme untuk mendapatkan bantuan Dana Hibah ini diajukan oleh warga yang digunakan untuk kepentingan masyarakat seperti pembangunan pura. (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News