Politik Uang
Ilustrasi. Rekaman Suara Dugaan Politik Uang Seret Nama Paslon Dana - Swadi Beredar di Grup WhatsApp. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Suasana politik di Gumi Lahar menjelang pemungutan suara semakin memanas. Rekaman suara yang diduga berisi pembicaraan tentang politik uang, seperti pemberian uang bensin dan prioritas distribusi air bersih bagi pemilih paslon Dana – Swadi, kini beredar luas di berbagai grup WhatsApp.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 1 menit 42 detik tersebut, terdengar suara pria yang berkata, “Swastiastu jik. Ne japri karena ne hal yang sensitif dan perlu komitmen. Baru tiang ditelpon Nengah Sekar, Nengah Sekar telpone jak timses pak Dana-Swadi, sudah itu pak Kadek penglingsire. Terkait untuk pemilihan nanti di tanggal 27 mengenai Pilbup Karangasem, pendukung Dana-Swadi disuruh mendata atau yang akan mencoblos Dana – Swadi seratus persen. Nanti dapat uang bensin 100 per kepala atau per suara.”

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali Ring Puncak Karya Aci Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih

Rekaman tersebut juga menyinggung tentang air bersih, di mana alasan mendukung paslon Dana – Swadi disebut terkait prioritas distribusi air bersih bagi pendukung jika paslon tersebut terpilih. Hal ini disebutkan sebagai alasan mengapa beberapa tokoh bersemangat mendukung Dana – Swadi, yaitu agar para pendukung mereka diutamakan dalam mendapatkan akses air bersih.

Menanggapi beredarnya rekaman ini, calon bupati nomor urut 2, I Gede Dana, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan instruksi terkait apa yang disebutkan dalam rekaman tersebut, terutama mengingat keterbatasan anggaran yang dimilikinya.

Baca Juga :  Gubernur Koster Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Sambut Tahun Ajaran 2026–2027

“Soal politik uang, tim kami sudah pasti tidak melakukan itu, apalagi saya minim anggaran. Semoga tidak ada pihak yang sengaja membelokkan fakta,” kata Gede Dana melalui WhatsApp pada Rabu (13/11/2024).

Ketua tim pemenangan Dana – Swadi, I Wayan Suastika, mengutarakan hal senada. Ia mengklaim tidak ada instruksi terkait dugaan politik uang tersebut dan menduga ada pihak yang sengaja menciptakan rekaman ini untuk merusak citra paslon Dana – Swadi.

“Kami tidak pernah menginstruksikan hal seperti itu. Selama ini kami hanya menyampaikan program kepada masyarakat,” ujar Suastika dalam konfirmasi terpisah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti terkait kapan, di mana, atau siapa pemilik suara dalam rekaman yang beredar tersebut. Pihak Dana – Swadi menyatakan akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya bersama tim terkait rekaman suara yang menyeret nama mereka.

“Tim akan mengkaji ini lebih lanjut. Kami berharap pilkada tetap berlangsung kondusif,” tutup Gede Dana.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News