Talkshow Kepemudaan
Disdikpora Kota Denpasar Gelar Talkshow Kepemudaan “Environmental is Me”. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-96 pada tahun 2024, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) kembali menggelar Talkshow Kepemudaan 2024 bertajuk ‘Environmental is Me’. Acara ini berlangsung di Ruang Audiovisual Dharma Negara Alaya, Lumintang, pada Jumat (11/10/2024).

Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, I Ketut Dirga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran sentral dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, dengan pendidikan yang tepat dan tindakan nyata, pemuda dapat menciptakan solusi berkelanjutan.

“Talkshow ini menghadirkan pembicara-pembicara inspiratif yang akan berbagi wawasan dan pengalaman tentang bagaimana kita, terutama para pemuda, bisa aktif menciptakan perubahan. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan kesadaran lingkungan adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini. Dengan semangat kepemudaan, kita bisa menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola sampah dan menjaga kelestarian alam,” ujar Ketut Dirga, yang juga dikenal memiliki hobi olahraga tenis.

Ketut Dirga berharap acara ini mampu menggugah peserta, khususnya generasi muda, untuk terlibat lebih aktif dalam aksi nyata menjaga lingkungan. “Sebagai generasi penerus, kalian memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Jangan ragu memulai dari langkah kecil, karena tindakan positif yang dilakukan bersama-sama akan berdampak besar. Mari jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari identitas kita,” tambahnya.

Acara talkshow yang bertema ‘Environmental is Me’ berhasil menarik partisipasi aktif para pemuda serta menghadirkan narasumber berpengalaman. Salah satu pembicara, I Nyoman Gede Riky Teresno Linggih, pendiri Umah Rubbish, menjelaskan pentingnya peran pemuda dalam mengatasi permasalahan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah di Denpasar. Riky menekankan bahwa inisiatif seperti pengelolaan limbah dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, dalam menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global.

Selain itu, acara ini juga menyoroti pentingnya literasi lingkungan sebagai bagian integral dalam pendidikan generasi muda. Program ‘KREDIBALI’ yang digagas oleh I Gede Andika Wira Teja di Bali menjadi contoh nyata bagaimana literasi bahasa Inggris dapat digabungkan dengan literasi lingkungan. Program ini melibatkan anak-anak di sekolah-sekolah terpencil untuk mendapatkan edukasi yang menyeluruh sejak dini.

Talkshow ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk sekolah, komunitas, NGO, dan pemerintah. Dengan kolaborasi yang kuat, dampak dari program-program seperti Umah Rubbish dan KREDIBALI dapat diperluas sehingga lebih banyak masyarakat yang terlibat dan mendapatkan manfaat, terutama di daerah yang kurang terjangkau.

Para peserta talkshow didorong untuk aktif dalam menyikapi isu-isu lingkungan, baik melalui langkah kecil seperti pengelolaan sampah, hingga gerakan besar yang melibatkan seluruh komunitas. Pemuda sebagai agen perubahan diharapkan mampu memimpin gerakan positif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Acara ini ditutup dengan ajakan bagi seluruh peserta untuk ikut serta dalam berbagai gerakan yang peduli lingkungan dan literasi, guna memperkuat komitmen generasi muda dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News