Kak Onyot
De Gadjah Teken Komitmen Siap Dikritik, Akan Angkat Kak Onyot Sebagai Duta Kritik Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Calon Gubernur Bali dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Made Muliawan Arya, atau yang dikenal sebagai De Gadjah, secara resmi menandatangani pernyataan komitmen siap dikritik. Inisiatif ini diusulkan oleh komedian stand-up Bali, Kak Onyot, pada Minggu (15/8/2024) malam setelah De Gadjah pulang dari kunjungan luar daerah.

Dalam momen tersebut, De Gadjah menegaskan keterbukaannya untuk menerima kritik, selama kritik tersebut bersifat membangun demi kepentingan dan kemajuan masyarakat Bali.

“Jauh sebelum saya mencalonkan diri sebagai Gubernur Bali, saya memang sudah terbuka untuk dikritik oleh siapa pun, asalkan kritik yang dilontarkan adalah kritik yang membangun,” ujar Ketua Gerindra Bali tersebut.

Lebih lanjut, De Gadjah menyatakan bahwa jika dirinya terpilih sebagai Gubernur Bali, ia akan mengangkat Kak Onyot sebagai duta kritik dan simbol kebebasan demokrasi di Bali.

“Kalau saya jadi Gubernur, Kak Onyot ini harus menjadi duta kritik Bali sebagai jaminan kebebasan bersuara dan berdemokrasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Kak Onyot menjelaskan bahwa ide ini muncul berdasarkan pengalamannya yang pernah mendapat intimidasi akibat mengkritik salah satu politikus di Bali.

“Ini kan berdasarkan pengalaman dulu pernah mengkritik kepala daerah dan akhirnya ditangkap,” ungkap Kak Onyot.

Ia juga menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang menurutnya sedang tidak dalam keadaan baik, terutama di media sosial. Menurutnya, Bali perlu memberikan contoh bahwa seorang calon pemimpin mampu menghargai demokrasi dan kebebasan berekspresi.

“Kita tunjukkan dulu di Bali bahwa seorang calon pemimpin memberikan sebuah kedaulatan demokrasi untuk rakyat,” sebut Kak Onyot, yang juga dikenal sebagai influencer TikTok dengan 3 juta pengikut.

Kak Onyot berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada De Gadjah, tetapi juga diikuti oleh calon pemimpin lainnya di Bali, baik di tingkat Kabupaten maupun Kota.

“Kita sih tidak bisa memaksa, kalau seandainya yang di kabupaten juga mau yaa ayo kak siap,” tutup Kak Onyot.

Dengan adanya komitmen ini, De Gadjah berharap dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat Bali untuk menyampaikan kritik dan pendapat mereka secara terbuka, sehingga demokrasi di Bali bisa semakin kuat dan inklusif. (bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News