QR Code Pertalite
Layanan Pendaftaran QR-Code Subsidi Tepat Pertalite di SPBU. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyosialisasikan dan pendataan penggunaan QR-Code bagi kendaraan roda empat yang ingin melakukan transaksi pembelian BBM Pertalite, dimulai pada 1 Agustus 2024. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program solar subsidi yang telah berjalan selama lebih dari setahun dan mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya.

Section Head Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memastikan subsidi BBM diberikan kepada pihak yang berhak dan mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan BBM yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Teknologi Pirolisis Hadir di Karangasem, Sampah Plastik Berubah Jadi Energi

“Di dalam setiap liter BBM yang ada di kendaraan, terdapat anggaran negara. Oleh karena itu, penggunaannya harus tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Taufiq saat ditemui di SPBU Jalan Sunset Road, Seminyak, Rabu (28/8/2024).

Dua Cara Pendaftaran QR-Code Pertalite:

  1. Pendaftaran Melalui Website
    Masyarakat dapat mendaftar melalui website subsiditepat.mypertamina.id kapan saja dan di mana saja. Akses dapat dilakukan menggunakan smartphone, laptop, komputer, atau perangkat lain yang terhubung ke internet. Proses ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan QR-Code secara mandiri.
  2. Layanan di SPBU Terdekat
    Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pendaftaran mandiri, Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan konsultasi dan pendaftaran di SPBU terdekat. Petugas di SPBU siap membantu masyarakat dalam proses pendaftaran.
Baca Juga :  Harga Pertamax Naik Mulai 10 Juni, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap

“Proses verifikasi data akan memakan waktu sekitar tujuh hari kerja, sehingga masyarakat diimbau untuk segera mendaftar agar tidak menghadapi kendala saat kebijakan ini mulai diterapkan. Saat ini, Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menjadi wilayah pertama yang menerapkan program ini secara penuh sejak minggu ketiga Juli 2024. Di provinsi ini, kendaraan yang tidak memiliki QR-Code tidak dapat lagi mengisi BBM Pertalite dan harus menggunakan BBM lainnya, seperti Pertamax atau Pertamax Turbo,” tambah Taupiq.

QR Code Pertalite
Pembelian Pertalite di SPBU. Sumber Foto : tis/bpn

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan subsidi BBM, memastikan alokasi yang tepat, serta mendukung efisiensi penggunaan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat luas. Pertamina Patra Niaga akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan QR-Code dalam transaksi BBM bersubsidi.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News