KKN PPM
UNUD Tingkatkan Kapasitas SDM Desa Yehembang Kangin Melalui Program Udayana Mengabdi KKN PPM: Pelatihan Media Sosial dan Kepemanduan Wisata. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana bersama Fakultas Pariwisata Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dan mendukung pengembangan potensi desa wisata di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, Bali, pada Minggu (18/8/2024).

Kolaborasi lembaga ini menyelenggarakan kegiatan “Program Udayana Mengabdi” di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, yang mengusung tema “Pelatihan Penggunaan Media Sosial, dan Kepemanduan Wisata dalam peningkatan SDM di Desa Yehembang Kangin”.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Desa Yehembang Kangin, termasuk unsur pimpinan desa (Kepala Desa: I Gede Suardika, Kelian Adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Banu Sejahtera, Pokdarwis Sidiwakya, Pokdarwis Amerta Gangga, Kelompok Kakao Mitra Karya Taman Amerta, Bumdes Abdi Rahayu, masyarakat, Kelompok Tani Kakao, KTH Banu Giri Lestari dan UMKM.

Sebanyak 23 peserta yang hadir dalam kegiatan ini mendapatkan berbagai materi dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memanfaatkan teknologi digital dan kepemanduan wisata untuk pengembangan pariwisata desa.

materi dan pelatihan
Kegiatan berbagi materi dan pelatihan. Sumber Foto : Istimewa

Acara dimulai dengan sambutan dari Kordes Mathew Raja Paniroi Sidubutar dari Prodi Arsitek, Fakultas Teknik Unud, Sambutan Ketua Proker: Ni Kadek Diah Manika Sari Dwimahyu selanjutnya sambutan hangat dari Perbekel Desa Yehembang Kangin, I Gede Suardika, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian Universitas Udayana terhadap pengembangan potensi desa.

“Pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat desa dalam memajukan potensi lokal Desa Wisata Yehembang Kangin,” ungkap Suardika.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 3 modul yaitu modul tentang kepemanduan wisata untuk 16 daya tarik wisata di Yehembang Kangin seperti. Brief History of Yehembang Kangin, River Tubing at Taman Legon Samatra, Hiking Tracks, Green Cliff, Camping Ground at the Edge of Nusamara Forest, Batu Relief, Batu Gong, Plowing the fields, Tari Barong, Jegog, Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Pura Rambut Siwi, Offroad Adventure, Air Terjun Bangli, Cacao Plantation, Amara Drinking Water dan Taman Pancing, berikutnya adalah Modul Penggunaan digital marketing bagi pengelola usaha maupun pariwisata dan terakhir adalah modul pengelolaan homestay yang saat ini dipelopori oleh Homestay Perani yang dikelola oleh BumDes Abdi Rahayu

Sesi pertama kegiatan diisi oleh Kinanti Balqis, mahasiswa dari Prodi Ilmu Hukum, Hukum Unud, yang menyampaikan materi bertema “Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Strategi Pemasaran Online”.

Dalam presentasinya, Kinanti Balqis menekankan bagaimana Sosial Media dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mengelola dan mempromosikan usaha maupun potensi wisata yang ada di Yehembang Kangin.

Tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, LPPM Unud bersama Fakultas Pariwisata berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkelanjutan dalam pembuatan Tiktok, Instagram dan Google map yang dipergunakan sebagai sarana promosi bagi masyarakat Desa Yehembang Kangin, kegiatan ini dipandu oleh Aurora Pasudung dimana masyarakat sangat antusias dalam menanyakan bagaimana cara memperoleh follower, bagaimana upload konten, pengembangan sosial media Ketika baru dibuat, dan cara membuat iklan di sosial media

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi “Pelatihan Kepemanduan Wisata Bagi Pengelola Daya Tarik Wisata” yang dibawakan oleh Dr. I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda, S.ST.Par., M.M., M.Par, dosen Prodi Industri Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata, yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Kepemanduan Wisata dan seorang tour guide berbahasa Inggris yang bernaung dalam organisasi profesi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) yang memberikan pemahaman tentang pentingnya sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam menjelaskan sebuah destinasi atau usaha yang dimiliki.

Pelatihan ini juga langsung dilakukan kepada peserta dalam mempersiapkan kedatangan wisatawan, Bahasa yang dipergunakan, hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam melakukan kepemanduan wisata di Desa Yehembang Kangin.

“Peserta sangat antusias dalam belajar kepemanduan wisata dengan menggunakan Bahasa Inggris dan bahkan ada pegawai Bumdes yang bisa berbahasa jepang yang dapat meningkatkan keunggulan SDM di Desa Yehembang Kangin,” ungkap Mananda.

Program Udayana Mengabdi ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya Universitas Udayana dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Bali, terutama di sektor pariwisata.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Yehembang tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam pengelolaan digital marketing, kepemanduan wisata dan pengelolaan homestay, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan desa secara kreatif dan inovatif, selain itu masyarakat yang bernaung di bawah Pokdarwis meminta tim KKN PUM untuk membuat website dan sosial media agar mampu mempromosikan kegiatan-kegiatan yang dibuat serta Pengelola Green Cliff menginginkan untuk pembuatan gambar desain pengembangan pengelolaan green cliff yang berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara Universitas Udayana dengan masyarakat Desa Yehembang Kangin, serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam upaya pengembangan potensi desa wisata lainnya di Bali.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News