Prof Bandem
Maestro Prof. Bandem Pukau Penonton dengan Tari Topeng Dalem Arsa Wijaya di Penutupan FKRN. Sumber Foto : instagram.com/swasthikawijaya/

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penampilan memukau Prof. I Made Bandem dalam menarikan Tari Topeng Dalem Arsa Wijaya menjadi puncak acara penutupan Festival Kesenian Rakyat Nusantara (FKRN) di Tukad Bindu, Denpasar, Minggu (28/7/2024). Maestro seni ini berhasil memukau ratusan penonton dengan gerakan halus dan anggunnya yang mencerminkan sifat ideal seorang raja.

Topeng Dalem Arsa Wijaya sendiri memiliki makna yang sangat dalam. Topeng yang digunakan Prof. Bandem melambangkan kekuatan spiritual dan kepemimpinan, sementara gerakan-gerakan tariannya menyimbolkan kebijaksanaan, keadilan, dan kewibawaan.

Selain penampilan Prof. Bandem, penutupan FKRN juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni lainnya, seperti Tari Sekar Jagat dan Tari Widya Prakrti yang merupakan tari kebesaran ITB STIKOM Bali. Tarian yang dibawakan mahasiswa ITB STIKOM Bali ini diciptakan oleh NLN Swasthi Widjaja Bandem yang juga istri Prof. Bandem.

Baca Juga :  Kue Rumahan Naik Kelas, Prami’s Kitchen Denpasar Go Digital Berkat Inovasi Dosen ITB STIKOM Bali

Prof. Bandem mengaku sangat menyukai Tari Topeng Dalem Arsa Wijaya. “Saya ingin mengingat masa lalu,” ujar Bandem yang juga Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (induk ITB STIKOM Bali).

Dalam festival yang dihadiri ratusan mahasiswa ITB STIKOM Bali, Prof. Bandem memakai topeng bersejarah yang melambangkan penguasa Raja Majapahit. Melalui festival ini, ia ingin mengajak masyarakat untuk mencintai seni-seni kerakyatan dan seni klasik yang dimiliki Bali, maupun berbagai daerah di nusantara yang sangat beragam yang mengandung pesan persatuan.

Pelaksanaan festival mengambil tempat di Tukad (sungai) Bindu, di alam terbuka sebagai upaya untuk memanfaatkan lingkungan untuk teater. Di festival mendatang, Bandem ingin membawakan Tari Baris ataupun Tari Kebyar Duduk serta tari lainnya.

Baca Juga :  Dosen ITB STIKOM Bali Dorong UMKM Mami Rasa Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Bantuan Alat Produksi
Prof Bandem
Maestro Prof. Bandem Pukau Penonton dengan Tari Topeng Dalem Arsa Wijaya di Penutupan FKRN. Sumber Foto : instagram.com/swasthikawijaya/

Dalam sambutannya, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, festival sengaja digelar di kawasan Tukad Bindu itu untuk mencari suasana lain dan sekaligus mendekatkan kampus kepada masyarakat.

“Jika biasanya pentas di ruang tertutup, kali ini kami mencoba untuk berbaur bersama masyarakat di tempat terbuka tanpa mengurangi makna atau hakikat kesenian,” ujarnya.

Dadang menambahkan ke depan, pihaknya berencana melaksanakan festival serupa di kabupaten/kota di Bali. “Ini sumbangsih kami, yang tak hanya berkutat dengan teknologi informasi, juga mengadopsi digitalisasi dengan seni dan budaya,” ujarnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News