Karya Pasupati
Sekda Alit Wiradana Hadiri Karya Pasupati di Pura Dalem Segara Rupek Banjar Gunung Peguyangan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sekda Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana menghadiri Karya Pasupati Sesuhunan Ida Ratu Ngurah Agung Sakti, di Pura Dalem Segara Rupek, Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan, Rabu (19/6/2024).

Dalam upacara yang bertepatan dengan Budha Paing Wayang ini diiringi dengan tarian tetabuhan hingga kekidungan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Penglingsir Puri Peguyangan, A.A.N Gede Widiada, Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Sutama, Camat Denpasar Utara, Wayan Yusswara, Perbekel Desa Peguyangan Kaja, I Made Parmita dan tokoh masyarakat desa setempat.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Buka Denpasar Education Festival 2026, Tekankan Inovasi dan Kreativitas Pelajar

Sekda Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana mengatakan, pelaksanaan Karya Ngodak Pelawatan Sesuhunan, Ida Ratu Ngurah di Pura Dalem Segara Rupek, Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan ini diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, utamanya krama pengempon.

Alit Wiradana berharap, upacara Yadnya ini, selain memperbaiki prarai Ida Sesuhunan, juga diharapkan dapat memberikan energi Dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar. Selain itu upacara ini juga diharapkan mampu menetralisir hal-hal negatif, melihat berbagai macam situasi yang terjadi dewasa ini demi terciptanya keseimbangan alam beserta isinya.

Baca Juga :  PSEL Ditarget Rampung Akhir 2027, Groundbreaking Denpasar Raya Digelar 8 Juli 2026

“Pelaksanaan Yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala dan niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia, I Made Parmita didampingi Kelian Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan, Nyoman Jana Artana mengatakan, upacara pasupati dilaksanakan serangkaian perbaikan Ida Sesuhunan. Setelah perbaikan tuntas, rangkaian dilanjutkan dengan upacara ngeratep, melaspas, ngurip, nuntun dan masupati pada hari ini.

Baca Juga :  Mendikdasmen RI Apresiasi DEF 2026 sebagai Percontohan Pendidikan Berkualitas

“Harapan kami dengan dilaksanakannya upacara ini dapat mendukung eksistensi budaya serta seluruh krama diberikan anugrah keselamatan dan kesejahteraan,” ujarnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News