
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran, diperlukan peran aktif dari semua pihak. Pemerintah berperan sebagai regulator, pengusaha sebagai operator, dan kapten kapal sebagai operator kapal yang harus sama-sama disiplin dan tertib dalam mencapai zero accident. Keselamatan dan keamanan dalam pelayaran adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa diabaikan.
Keselamatan pelayaran sangat tergantung pada penggunaan peta laut yang dirancang untuk membantu merencanakan pelayaran di laut, lepas pantai, maupun di perairan umum. Di Indonesia, Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL memiliki wewenang untuk menerbitkan peta laut.
Berdasarkan hal tersebut, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Bali, Kolonel Laut (P) Endra Kusuma, S.T., M.Tr., Opsla., M.Han., menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Penggunaan Peta Laut kepada unsur Industri Jasa Maritim (Injasmar) di seluruh Provinsi Bali. Acara ini dikemas dalam format Coffee Morning dengan instansi terkait di Mako Lanal Denpasar Bali pada Selasa (11/6/2024).

Kegiatan diawali dengan olahraga bersama yang diikuti oleh Komandan Lanal Denpasar Bali, seluruh Perwira Staf dan Prajurit, serta undangan yang hadir di lapangan Mako Lanal Denpasar. Setelah itu, dilanjutkan dengan sosialisasi di Gedung Serbaguna I.G.P Dwinda Mako Lanal Denpasar.
Danlanal Denpasar Bali menekankan bahwa peta laut sangat berperan penting dalam navigasi untuk keselamatan pelayaran. Selain itu, pemetaan laut juga mendukung kelancaran pelayaran dan menunjang perekonomian negara, seperti akses ke pelabuhan, jalur distribusi barang, dan jalur navigasi pelayaran.
Namun, tidak sedikit kecelakaan pelayaran yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dan penggunaan peta laut yang belum terupdate, sehingga kapal kandas masih sering terjadi.
“Peta ini juga berisi berbagai informasi untuk menghindari pelanggaran hukum di laut seperti pelanggaran wilayah perbatasan antar negara, pelintasan wilayah konservasi yang dilindungi oleh undang-undang, dan daerah penangkapan ikan ilegal,” tegas Danlanal.

Acara Coffee Morning ini juga dihadiri oleh berbagai instansi maritim terkait, seperti Ditpolairud Polda Bali, Polsek KP3 Benoa, Denjasangair IX/A Kodam IX/Udy, Pelindo Sub Regional Bali Nusra Regional 3, KSOP Benoa, Kansar Benoa, Bea Cukai Benoa, Imigrasi Benoa, PSDKP Benoa, dan Balai Besar Karantina Kesehatan Benoa.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semua pihak dapat lebih memahami pentingnya penggunaan peta laut yang terupdate untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia. (ads/bpn)












