
BALIPORTALNEWS.COM, SANUR – MARKAS Bali, dengan bangga mengumumkan selesainya program Sekolah Beta Intensif Batch 1, sebuah program pelatihan intensif yang berfokus pada pengembangan talenta digital muda di Bali. Program ini, yang diinisiasi oleh Kementerian Kominfo, telah melatih 72 peserta dalam tiga kelas, yaitu Hustler (Leadership and Building Startup), Hipster (UX Design for Beginner) dan Hacker (Golang Backend Engineering).
Di tengah tingginya kebutuhan akan talenta digital dan meningkatnya jumlah digital nomad di Bali, MARKAS Bali berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda Bali dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bersaing di era digital. Sekolah Beta Intensif Batch 1 merupakan salah satu wujud komitmen tersebut, dan telah menuai kesuksesan dengan meluluskan 72 talenta muda yang siap berkarya di dunia digital.
Untuk menandai kelulusan para peserta, MARKAS Bali menggelar rangkaian acara ‘Graduation Day’ pada Minggu (19/5/2024). Acara ini dibuka dengan talkshow yang menghadirkan para pakar di bidang digital, untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada para peserta. Para peserta kemudian akan menunjukkan hasil pembelajaran mereka melalui demo day, di mana mereka akan mempresentasikan proyek-proyek yang telah mereka kerjakan selama program.
Puncak acara Graduation Day adalah pemberian sertifikat sekolah beta dari Kominfo dan sertifikat kompetensi dari LKP BTW Education. Sertifikat-sertifikat ini merupakan bukti nyata dari kemampuan dan kompetensi para peserta, dan diharapkan dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan atau membangun bisnis di bidang digital.
Koordinator Program Pengembangan Ekosistem Startup Digital Kementerian Kominfo RI, Sonny Sudaryana menjelaskan, Sekolah Beta Intensif Batch 1 ini gratis dan terlaksana berkat inisiatif dari teman-teman di Bali, salah satunya dari BTW Edutech.
“Ketika presentasi ke Jakarta, mereka mengatakan banyak digital nomad dari seluruh negara di Bali tetapi anak muda Bali tidak memiliki kesempatan untuk masuk ke dunia tersebut. Kebanyakan dari anak muda Bali bekerja di bidang pariwisata,” tutur Sonny.
Sonny mengungkapkan, saat ini di Indonesia membutuhkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahunnya. Untuk mencapai target tersebut, tidak bisa hanya mengandalkan universitas/perguruan tinggi saja.
“Maka dari itu, pentingnya dibuka Start Up Bootcamp seperti ini. Menariknya lagi, kurikulum Sekolah Beta Intensif Batch 1 yang digunakan sangat up to date setiap bulannya bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan industri. Harapannya melalui Sekolah Beta Intensif Batch 1 ini anak muda Bali punya pilihan pekerjaan lain selain bidang pariwisata,” ujar Sonny.
Founder BTW Edutech, Dr. Standly Juwono Edwi Suwandhi menambahkan, dalam Sekolah Beta Intensif Batch 1 kali ini, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bina Taruna Wiratama (BTW) digandeng MARKAS Bali untuk membina talenta-talenta digital di Bali.

“Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu lapangan pekerjaan yang menjanjikan di masa depan adalah pekerjaan yang berkaitan dengan dunia digital atau teknologi informasi,” tutur Dr. Standly.
Lebih lanjut Dr. Standly menjelaskan, LKP BTW adalah salah satu bimbingan belajar (bimbel) untuk siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikan atau karir ke sekolah kedinasan, PTN, CPNS, PPPK, hingga TNI/Polri.
“Kita memiliki anak-anak muda bertalenta di bidang digital, kami rekrut untuk kemudian mengembangkan sebuah aplikasi belajar bernama BTW Edutech, dan menjadi salah satu start up binaan Kementerian Kominfo RI. BTW Edutech menjadi satu-satu start up dari Bali yang menerima penghargaan 10 start up terbaik di Indonesia,” ungkap Dr. Standly.
Sementara itu, Managing Partner MARKAS Bali, Ni Putu Putri Ayu Wijayanthi mengatakan, MARKAS Bali merupakan inisiasi dari anak-anak muda Bali yang memiliki perhatian khusus tentang peningkatan skill di beberapa bidang.
“Di awal 2024 ini, MARKAS Bali memiliki dua program yakni Sekolah Beta Intensif dan Santai Mingguan. Santai Mingguan adalah kelas per minggu seperti workshop yang ditujukan kepada wanita Bali berkonsep women empowerment,” ucap Putri.
Terkait hadirnya Sekolah Beta Intensif ini, MARKAS Bali tidak ingin anak muda Bali menjadi penonton para pekerja nomad yang ada di Bali, bahkan pihaknya ingin skill anak muda Bali sama bahkan lebih tinggi dari pekerja nomad dari berbagai negara tersebut.
“Kalau misalnya, pariwisata sedang turun seperti Covid-19 dulu, anak muda Bali memiliki pilihan pekerjaan lain,” ungkap Putri.
MARKAS Bali tidak berhenti di sini, mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pelatihan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan talenta digital di Bali.
MARKAS Bali percaya bahwa dengan membekali generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.(tis/bpn)












