Simulasi Pemilu
Simulasi Pemilu Tahap II di TPS 18 Banjar Timbul, Kelurahan Subagan, Karangasem pada Rabu (31/1/2024). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – KPU Karangasem sepertinya harus bekerja ekstra untuk mengejar target 83 persen partisipasi masyarakat agar datang memilih ke TPS disisa waktu menuju hajatan Pilpres dan Pileg pda 14 Februari mendatang.

Tingkat partisipasi ini cukup menjadi perhatian, mengingat pada simulasi pemilu tahap II baru-baru ini, KPU mencatatkan angka partisipasi pemilih hanya mencapai 66 persen dari total jumlah pemilih yang ada pada TPS tempat simulasi tersebut dilaksanakan.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, I Kadek Sukara tak menampik kondisi tersebut, ia mengakui bahwa angka partisipasi pada simulai tahap II yang berlangsung di TPS 18 Banjar Timbul, Kelurahan Subagan, Karangasem pada Rabu (31/1/2024) itu hanya mampu mendatangkan sekitar 66 persen dari total pemilih yang ada di sana.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

“Dibandingkan simulasi tahap I partisipasi untuk simulasi tahap II mengalami penurunan partisipasi pemilih. Simulasi tahap I partisipasi pemilih mencapai 85 persen, sedangkan simulasi tahap II mencapai 66 persen,” kata Sukara dihubungi, Senin (5/2/2024).

Ia mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya angka partisipasi pada simulai tahap II itu, beberapa diantaranya karena faktor cuaca hujan, simulasi dilakukan pada hari kerja dan faktor pemilih yang merantau di luar Kabupaten Karangasem.

Namun demikian, KPU Karangasem tetap optimis mampu meningkatkan partisipasi pemilih hingga 83 persen dari jumlah DPT sebanyak 388.854 pemilih sesuai dengan target yang diberikan oleh KPU Provinsi kepada KPU Karangasem. Terlebih pada saat pencoblosan 14 Februari 2024 mendatang merupakan hari libur nasional sehingga kemungkinan besar partisipasi pemilih akan meningkat.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Selain itu, berbagai upaya juga telah dilakukan KPU Karangasem salah satunya dengan cara menggencarkan sosialisasi melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. KPU juga rutin menggelar sosialisasi dengan turun langsung menyasar pemilih pemula di sekolah-sekolah SMA/SMK hingga membuat video singkat tentang edukasi pemilu yang dibalut kebudayaan termasuk bekerja sama dengan OPD di Karangasem.

“Kita juga imbau anggota PPS untuk berkoordinasi ke banjar-banjar menyampaikan waktu pencoblosan serta mengajak masyarakat untuk memilih. Mereka juga akan diingatkan kembali untuk datang ke TPS saat memebrikan pemberitahuan, ini dipandang efektif karena petugas berinteraksi secara langsung dengan masyarakat,” terang Sukara.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News