
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan pendidikan politik kepada para pemilih pemula. Selama sepekan pelaksanaan MPLS, KPU telah menyambangi 27 sekolah tingkat SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), hingga SLB di Kabupaten Karangasem.
Sementara itu, lima sekolah lainnya dijadwalkan menerima edukasi politik setelah rangkaian MPLS selesai.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan pemilih berkelanjutan yang bertujuan menanamkan pemahaman mengenai demokrasi, pentingnya menggunakan hak pilih, serta membentuk generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, mengatakan seluruh komisioner KPU terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan materi kepada para siswa baru.
“Atas nama lembaga KPU Karangasem saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah yang telah memberikan ruang kepada kami untuk menyampaikan pentingnya pendidikan pemilih pemula kepada para siswa. Dukungan ini menjadi modal penting dalam membangun budaya demokrasi sejak dini,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Sukara menjelaskan, dari total 32 SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Karangasem, sebanyak 27 sekolah telah menerima sosialisasi selama pelaksanaan MPLS. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Bali dalam pelaksanaan pendidikan politik di lingkungan sekolah.
“Dari data sementara, KPU Karangasem berhasil melaksanakan sosialisasi di jumlah sekolah yang cukup banyak di Bali. Ini menunjukkan hubungan yang sangat baik antara KPU dengan dunia pendidikan di Kabupaten Karangasem,” katanya.
Selain memberikan pemahaman mengenai kepemiluan dan pentingnya partisipasi politik, KPU Karangasem juga memperkenalkan dua program baru, yakni Siswa Peduli Demokrasi (SPD) dan Guru Penegak Demokrasi (GPD).
Kedua program tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya demokrasi di lingkungan sekolah melalui keterlibatan aktif para siswa dan tenaga pendidik, sehingga kesadaran berdemokrasi dapat tumbuh sejak usia muda dan berkelanjutan.(st/bpn)












