
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Denpasar mengikuti Workshop Pengembangan Kompetensi Profesional (PKM) yang berfokus pada penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi, termasuk Generative Artificial Intelligence (AI), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital.
Workshop yang digelar di kawasan Lumintang, Denpasar beberapa waktu yang lalu ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi digital sekaligus memahami penerapan teknologi secara bijak dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Primakara University, yakni Jauzaa Maylia Suhendro, S.T., M.T., serta I Gede Putu Krisna Juliharta, S.T., M.T., akademisi Primakara University yang juga aktif sebagai praktisi di Relawan TIK Indonesia.
Melalui workshop ini, para peserta diajak memahami bagaimana teknologi, khususnya Generative AI, dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran tanpa mengurangi peran guru sebagai fasilitator utama dalam membangun karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Dalam pemaparannya, Krisna menekankan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pembimbing di tengah derasnya arus informasi digital.
“Seorang guru hari ini harus mampu menjadi navigator informasi bagi siswanya. Teknologi bukan pengganti peran guru, melainkan akselerator yang harus dikuasai agar proses belajar-mengajar tetap relevan dengan zaman,” ujarnya.
Selain membahas literasi digital, Krisna juga mengupas pentingnya keamanan siber, etika penggunaan teknologi, serta perlindungan data pribadi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Jauzaa Maylia Suhendro memberikan materi mengenai pemanfaatan berbagai platform teknologi pendidikan (edutech) dan strategi pembelajaran digital yang lebih interaktif.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital di sekolah tidak ditentukan oleh kecanggihan perangkat yang digunakan, melainkan kreativitas guru dalam menyusun materi pembelajaran.
“Kami mendorong bapak dan ibu guru untuk tidak takut bereksperimen. Kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi pendidikan, memastikan bahwa inovasi teknologi dapat dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok ruang kelas,” katanya.
Selama workshop berlangsung, para guru juga mengikuti simulasi penggunaan berbagai aplikasi digital yang dapat membantu administrasi pembelajaran sekaligus meningkatkan partisipasi siswa di kelas.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi guru, mulai dari keterbatasan akses internet hingga tingginya paparan konten digital yang kurang edukatif di kalangan pelajar.
Para narasumber turut memberikan berbagai solusi praktis, termasuk pemanfaatan aplikasi open source, penyusunan materi pembelajaran yang menarik menggunakan Generative AI, serta strategi menciptakan lingkungan belajar digital yang aman dan produktif.
Workshop ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Primakara University dan Relawan TIK Indonesia dalam mendukung peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik di Kota Denpasar.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital sekaligus mampu menciptakan proses pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan abad ke-21.
Primakara University menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan literasi digital, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bali.(*/bpn)












